
Caketum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan mengatakan bahwa sektor pariwisata berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi nasional. (Istimewa)
JawaPos.com - Panitia Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggelar debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI di Bali. Debat yang berlangsung di Hotel Merusaka, Nusa Dua, pada Sabtu, 23 Mei 2026 itu, dihadiri langsung oleh empat Caketum.
Dalam debat kedua itu, Caketum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan mengatakan bahwa sektor pariwisata berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang masif dan berdampak nyata.
“Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memicu percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” demikian paparan Caketum Reynaldo saat debat.
Menurut Reynaldo, pada tahun 2025, sektor pariwisata telah menyerap 25,91 juta tenaga kerja di Indonesia dan berkontribusi sekitar 4-4,5 persen PDB.
“Tahun 2025 sektor pariwisata kita mencatat rekor gemilang dengan kunjungan sekitar 15,39 juta wisatawan mancanegara,” paparnya.
Meskipun begitu, ke depan, Reynaldo berharap pengembangan potensi pariwisata tidak hanya terfokus pada Jawa dan Bali, tapi sudah harus dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia.
“Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” jelasnya.
Jepang, kata Reynaldo berhasil menjalankan strategi pariwisata dengan sangat baik. Mereka fokus pada mengangkat budaya lokal, memberdayakan UMKM daerah, memperkuat digitalisasi pariwisata, serta membangun infrastruktur dan konektivitas untuk setiap daerah sehingga pariwisata mereka semakin terintegrasi.
Reynaldo berharap, Provinsi Bali bisa menjadi role model dan contoh bagaimana sebuah daerah bisa maju dan berkembang pesat hanya dengan mengoptimalkan potensi pariwisatanya.
“Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” ujar Reynaldo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs PSM Makassar: Juku Eja Paksa Berbagi Poin!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022