
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan industri melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meninjau sejumlah industri strategis di Belarus yang bergerak di bidang alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern di Minsk, pada Kamis (14/5).
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah upaya Indonesia menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan industri melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Dalam agenda itu, Airlangga bersama Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky mengunjungi perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.
Ketiga perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen alat berat, kendaraan komersial, serta teknologi pertanian modern di Belarus.
Saat berada di MTZ, pembahasan difokuskan pada peluang pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian yang dinilai dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus modernisasi sektor pertanian di Indonesia. MTZ juga menawarkan program pelatihan dan transfer teknologi sebagai bagian dari potensi kerja sama.
Selain itu, Airlangga turut meninjau peluang kolaborasi dengan MAZ dalam pengembangan kendaraan komersial dan kendaraan industri, termasuk opsi local assembly dan pengembangan kendaraan rendah emisi.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (15/5).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas potensi pemanfaatan baterai nikel untuk kendaraan berat dan pengembangan cassava menjadi ethanol. Pemerintah Belarus disebut mulai mempelajari kebutuhan alat berat di Indonesia, meski masih memerlukan pemetaan yang lebih rinci terkait kebutuhan industri dalam negeri.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus di bidang kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik, sekaligus langkah awal untuk memperkuat tindak lanjut hubungan ekonomi antara kedua negara.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
