
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan hingga menembus level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Merespons kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan membantu langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mulai besok.
Purbaya mengatakan, pemerintah akan ikut menjaga stabilitas pasar keuangan, khususnya pasar obligasi atau bond market, agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar.
“Kita akan kendalikan nilai, kita coba membantu nilai tukar. Kita membantu BI sedikit-sedikit, kalau bisa,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Bendahara Negara ini membeberkan bahwa pemerintah masih memiliki dana menganggur yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan intervensi di pasar obligasi. Langkah itu dilakukan agar yield surat utang negara tidak melonjak terlalu tinggi.
Purbaya menilai kenaikan yield yang terlalu tajam dapat memicu arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik. Jika investor asing menarik dananya, tekanan terhadap rupiah akan semakin berat.
“Kita kan masih banyak uang nganggur, kita intervensi bond market biar yield-nya nggak naik terlalu tinggi. Kalau yieldnya naik terlalu tinggi, artinya apa? Asing yang megang bond di sini, ada capital loss, dia akan keluar,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Purbaya, pemerintah ingin menjaga agar investor asing tetap bertahan bahkan kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia.
“Jadi, kita kendalikan itu, agar asingnya nggak keluar, atau masuk malah kalau yieldnya membaik. Sehingga rupiah akan memasuk, kita akan masuk mulai besok,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya belum membeberkan secara rinci proses intervensi yang akan dilakukannya besok. Tapi saat ditanya apakah langkah tersebut merupakan aksi buyback surat utang negara, Purbaya tidak membantah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
