
Sebagai pelaku UMKM binaan BNI, Erfan mengaku mendapatkan banyak manfaat terutama dari sisi pemasaran. Menurutnya, BNI aktif membuka akses pasar melalui berbagai bazar dan pameran yang diikuti UMKM binaan. (Istimewa).
JawaPos.com – Pengalaman bertahun-tahun menangani pameran kerajinan nasional Inacraft saat bekerja di PT. Bank Negara Indonseia (BNI) Tbk. membawa Erfanus Siboro atau yang dikenal dengan nama Ucok Boro semakin dekat dengan dunia Wastra Nusantara.
Dari sana, lahirlah Abitkain, brand fesyen berbahan dasar tenun Ulos yang kini fokus memperkenalkan kain tradisional Batak ke pasar yang lebih luas.
Erfan mengungkapkan, dirinya mulai membangun usaha tersebut pada 2015 ketika masih aktif bekerja di BNI. Saat itu, ia menjadi salah satu person in charge (PIC) event Inacraft selama sekitar lima hingga tujuh tahun.
“Karena setiap tahun saya standby di event itu, saya jadi kenal banyak kain, kenal Wastra, dan akhirnya jatuh cinta sama Wastra,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (7/5).
Awalnya, ia hanya membeli dan mengoleksi kain tradisional. Namun, koleksi kain yang terus bertambah kemudian mulai diolah menjadi pakaian dan ditawarkan kepada teman-temannya. Tak disangka, produk tersebut mendapat respons positif dari pasar.
Seiring waktu, Erfan memutuskan fokus mengembangkan produk berbahan dasar tenun Ulos. Menurutnya, selama ini Ulos masih identik dengan kebutuhan adat dan pesta pernikahan masyarakat Batak.
“Kalau kita berkaca ke batik atau tenun NTT, semua orang pakai. Kenapa Ulos tidak bisa dipakai semua orang juga?” katanya.
Melalui Abitkain, ia mencoba menghadirkan Ulos dalam desain modern yang bisa digunakan untuk bekerja maupun aktivitas formal sehari-hari. Konsep tersebut dituangkan dalam slogan brand-nya, “Celebrating the Heritage in Modern Style”.
Baca Juga:Dari Keresahan Penjahit Lokal, UMKM Binaan BNI 'Polka Clothes' Menjahit Peluang di Industri Wastra
Berbasis di Depok, Jawa Barat, Erfan ingin membawa kain Ulos keluar dari pasar tradisionalnya di Sumatera Utara dan memperluas jangkauan ke pasar nasional.
“Kalau hanya terkunci di lingkungan orang Batak saja, permintaannya tidak akan sebanyak batik atau tenun lain. Dampak ekonominya juga ke penenun karena market-nya terbatas,” tuturnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
