Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 23.14 WIB

Ulos Tak Lagi Identik Busana Adat, Abitkain Dorong Wastra Batak Masuk Pasar Fashion Modern

Sebagai pelaku UMKM binaan BNI, Erfan mengaku mendapatkan banyak manfaat terutama dari sisi pemasaran. Menurutnya, BNI aktif membuka akses pasar melalui berbagai bazar dan pameran yang diikuti UMKM binaan. (Istimewa). - Image

Sebagai pelaku UMKM binaan BNI, Erfan mengaku mendapatkan banyak manfaat terutama dari sisi pemasaran. Menurutnya, BNI aktif membuka akses pasar melalui berbagai bazar dan pameran yang diikuti UMKM binaan. (Istimewa).

JawaPos.com – Pengalaman bertahun-tahun menangani pameran kerajinan nasional Inacraft saat bekerja di PT. Bank Negara Indonseia (BNI) Tbk. membawa Erfanus Siboro atau yang dikenal dengan nama Ucok Boro semakin dekat dengan dunia Wastra Nusantara. 

Dari sana, lahirlah Abitkain, brand fesyen berbahan dasar tenun Ulos yang kini fokus memperkenalkan kain tradisional Batak ke pasar yang lebih luas.

Erfan mengungkapkan, dirinya mulai membangun usaha tersebut pada 2015 ketika masih aktif bekerja di BNI. Saat itu, ia menjadi salah satu person in charge (PIC) event Inacraft selama sekitar lima hingga tujuh tahun.

“Karena setiap tahun saya standby di event itu, saya jadi kenal banyak kain, kenal Wastra, dan akhirnya jatuh cinta sama Wastra,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (7/5).

Awalnya, ia hanya membeli dan mengoleksi kain tradisional. Namun, koleksi kain yang terus bertambah kemudian mulai diolah menjadi pakaian dan ditawarkan kepada teman-temannya. Tak disangka, produk tersebut mendapat respons positif dari pasar.

Seiring waktu, Erfan memutuskan fokus mengembangkan produk berbahan dasar tenun Ulos. Menurutnya, selama ini Ulos masih identik dengan kebutuhan adat dan pesta pernikahan masyarakat Batak.

“Kalau kita berkaca ke batik atau tenun NTT, semua orang pakai. Kenapa Ulos tidak bisa dipakai semua orang juga?” katanya.

Melalui Abitkain, ia mencoba menghadirkan Ulos dalam desain modern yang bisa digunakan untuk bekerja maupun aktivitas formal sehari-hari. Konsep tersebut dituangkan dalam slogan brand-nya, “Celebrating the Heritage in Modern Style”.

Berbasis di Depok, Jawa Barat, Erfan ingin membawa kain Ulos keluar dari pasar tradisionalnya di Sumatera Utara dan memperluas jangkauan ke pasar nasional.

“Kalau hanya terkunci di lingkungan orang Batak saja, permintaannya tidak akan sebanyak batik atau tenun lain. Dampak ekonominya juga ke penenun karena market-nya terbatas,” tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore