
Pemerintah resmi menaikkan skema biaya tambahan bahan bakar pesawat atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah resmi menaikkan skema biaya tambahan bahan bakar pesawat atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik. Kebijakan baru tersebut dinilai memberi ruang lebih fleksibel bagi maskapai dalam mengatur harga tiket di tengah lonjakan harga avtur akibat dinamika geopolitik global.
Aturan itu sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Regulasi tersebut mulai berlaku sejak 13 Mei 2026 dan sekaligus menggantikan KM 83 Tahun 2026 yang sebelumnya mengatur ketentuan serupa.
Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau INACA menyambut positif kebijakan anyar tersebut. Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menilai langkah pemerintah menjadi bentuk mitigasi cepat terhadap tekanan yang dihadapi industri penerbangan nasional akibat kenaikan harga avtur.
“Kami mengucapkan terima kasih terhadap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang telah dengan cepat melakukan mitigasi terhadap bisnis maskapai penerbangan nasional yang terdampak kenaikan harga avtur terkait geopolitik global,” ujar Denon dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).
Ia menilai, Indonesia termasuk salah satu negara yang cepat merespons dampak geopolitik global terhadap industri penerbangan, bersama Vietnam, Thailand, dan Filipina. Denon mengatakan aturan baru yang lebih fleksibel akan memudahkan maskapai dalam menentukan besaran fuel surcharge sekaligus penyesuaian harga tiket pesawat.
“Dengan aturan yang baru yang lebih fleksibel tersebut, diharapkan dapat memudahkan maskapai dalam menetapkan fuel surcharge dan harga tiket," ujar Denon.
"Hal tersebut juga akan membuat masyarakat mendapatkan harga tiket yang lebih fleksibel sehingga industri penerbangan dapat lebih berkembang dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” lanjutnya.
Dalam aturan terbaru itu, besaran fuel surcharge dibuat secara berjenjang berdasarkan harga rata-rata avtur yang ditetapkan penyedia bahan bakar penerbangan. Penetapan masa berlaku surcharge nantinya akan ditentukan Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
