
Indef sarankan Program 3 Juta Rumah lebih mengutamakan produsen material domestik di tengah gejolak geopolitik. (Istimewa)
JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan optimalisasi material konstruksi yang diproduksi oleh produsen domestik menjadi salah satu kunci strategis untuk mencapai Program 3 Juta Rumah di tengah gejolak geopolitik.
"Memang paling bagusnya itu kalau bahan bakunya itu bertumpu pada domestik sebetulnya, tidak hanya atapnya tetapi juga material yang lainnya. Itu relatif akan mengurangi tingkat keterkaitan dengan gejolak di global termasuk gejolak harga," kata Eko dikutip dari Antara, Rabu (13/5).
Optimalisasi material konstruksi domestik untuk mendukung program 3 Juta Rumah dapat meredam dampak akibat ketidakpastian geopolitik global, karena tidak perlu mengimpor material-material konstruksi yang berpotensi melewati wilayah-wilayah rawan konflik.
Eko juga menyarankan agar kebijakan ekonomi program 3 Juta Rumah ini juga dapat diimbangi oleh diplomasi ekonomi dalam rangka meredam dampak gejolak geopolitik global saat ini.
Sebagai informasi, Pemerintah memproyeksikan Program 3 Juta Rumah mampu menghidupkan ekosistem ekonomi nasional melalui keterlibatan 185 industri turunan dan menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar untuk memberikan efek ganda dan penyerapan tenaga kerja secara masif.
Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar.
Efek berganda tersebut tercipta karena adanya peningkatan permintaan yang signifikan terhadap rantai pasok domestik. Hal ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pemerintah mencatat bahwa pembangunan perumahan ini mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama, yakni sektor hulu dan sektor hilir.
Integrasi antar sektor itu dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan selama masa konstruksi hingga pasca serah terima.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
