
Pabrik Ekstrak Herbal di Bogor Phytochemindo Reksa Siap Ekspor ke Pasar Global.
JawaPos.com - PT Phytochemindo Reksa resmi mengoperasikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri ekstrak bahan baku alam dalam negeri sekaligus mendorong kemandirian sektor kesehatan nasional.
Peresmian fasilitas tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan industri ekstrak bahan alam berbasis riset di Indonesia.
Pabrik Klapanunggal dibangun di atas lahan seluas 23.235 meter persegi dan dilengkapi fasilitas produksi, laboratorium riset, hingga gudang terintegrasi. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat operasional perusahaan untuk dua dekade mendatang dengan penerapan standar produksi tinggi guna menjaga kualitas, keamanan, serta konsistensi produk.
Pembangunan fasilitas baru ini juga dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan global terhadap ekstrak bahan alam yang aman, efektif, dan didukung penelitian ilmiah. PT Phytochemindo Reksa sendiri telah mengembangkan riset herbal sejak 1978 dan kini mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari BPOM.
Kehadiran pabrik tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan, sekaligus meningkatkan nilai tambah kekayaan hayati Indonesia.
Perusahaan juga telah mengekspor produk unggulannya, seperti ekstrak kunyit dan temulawak, ke pasar internasional sejak 1992. Saat ini, produk PT Phytochemindo Reksa telah dipasarkan ke lebih dari 16 negara.
Patrick Kalona selaku Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa mengatakan pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
“Peresmian Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset. Kami percaya bahwa herbal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan global, selama dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya di Bogor, Selasa (12/5).
Sementara itu,bDeputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, menilai peresmian fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri obat bahan alam nasional.
“Kami melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten, yang menjadi kunci dalam menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk. BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
