
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris. (Istimewa)
JawaPos.com - Peningkatan keselamatan di destinasi wisata nasional terus dilakukan. Langkah ini mengacu kepada meningkatnya insiden kecelakaan pariwisata sebesar 28,57 persen pada tahun 2025. Saat ini, peringkat safety and security Indonesia masih berada di posisi ke-54 berdasarkan Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024.
Kabar baiknya adalah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo melonjak secara signifikan dari 60.439 orang pada tahun 2021 menjadi 476.566 orang pada tahun 2025. Lonjakan ini sekaligus menjadi pengingat kepada pemerintah untuk meningkatkan tata kelola risiko yang terintegrasi.
Materi ini yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo bertema 'Penguatan Tata Kelola Risiko melalui Pengembangan Ekosistem Pariwisata untuk Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan di Labuan Bajo'. Acara ini digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama PT Jasaraharja Putera.
Dalam FGD pada pemangku kepentingan membahas langkah strategis dalam merumuskan model pengelolaan risiko pariwisata yang terintegrasi. Sistem ini nantinya dapat direplikasi secara nasional.
Langkah ini merupakan pengejawantahan amanah UU Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata No.6 Tahun 2025 yang memberikan klasifikasi usaha berdasarkan berbagai tingkatan risiko. Pemerintah tahun ini menaruh perhatian mendalam terhadap langkah penciptaan keamanan dan kenyamanan wisata.
"Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata adalah langkah konkret dalam menjalankan UU maupun Permenpar tersebut di atas. Sinergi antara pemerintah, industri, dan otoritas setempat di Labuan Bajo menjadi prasyarat terciptanya upaya inklusif untuk memastikan wisata yang aman dan berkualitas di Labuan Bajo," kata Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, Selasa (21/4).
Sementara, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris mengatakan, pihaknya siap memperkuat literasi risiko bagi pelaku industri, serta mengembangkan produk asuransi yang adaptif sesuai karakteristik destinasi
”Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat dan wisatawan,” ujar Haris.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Penandatanganan Kerja Sama (PKS) dalam rangka memperkuat pengelolaan risiko sektor pariwisata serta menghadirkan perlindungan asuransi public liability yang komprehensif antara PT Jasaraharja Putera dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang dikakukan langsung Oleh Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris dan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
