
Bakal Calon Ketum BPP HIPMI William Heinrich menjelaskan rencana dan gagasan yang bakal dia bawa dalam pemilihan ketum BPP HIPMI tahun ini. (Istimewa)
JawaPos.com - Sejumlah bakal calon ketua umum (ketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersaing untuk mengisi kursi pucuk pimpinan organisasi tersebut. William Heinrich sebagai salah seorang bakal calon membawa gagasan yang dia sebut HIPMI 8%.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (17/4), William menjelaskan bahwa gagasan HIPMI 8% merupakan paradigma baru dalam mendorong penguatan ekonomi nasional. Dia memastikan, gagasan itu bukan sekedar slogan belaka, melainkan strategi yang terukur.
Tujuannya tidak lain untuk mendukung arah pembangunan ekonomi yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Menurut William, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen harus dipahami sebagai kebutuhan strategis bangsa Indonesia.
”Indonesia membutuhkan lompatan besar agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap, terlebih di tengah momentum bonus demografi yang tidak akan berlangsung selamanya,” kata dia.
Baca Juga:8 Rekomendasi Mangut Enak di Semarang: Kuliner Khas Asap Pedas dengan Cita Rasa Ala Pesisir
Untuk itu, William menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor riil. Dia menyebut, keterbatasan fiskal negara adalah tantangan tersendiri dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Bila terpilih menjadi ketum BPP HIMPI, dia memastikan akan berperan lebih aktif sebagai penggerak utama ekonomi.
”Organisasi pengusaha muda ini harus bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, bukan sekadar bergantung pada proyek-proyek pemerintah,” imbuhnya.
Bagi William, kunci percepatan pertumbuhan ekonomi terletak pada efisiensi. Tingginya rasio ICOR di Indonesia, lanjutnya, menjadi indikator bahwa penggunaan modal masih belum optimal. Untuk menjawab persoalan tersebut, dia akan mendorong peningkatan produktivitas melalui digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan sistem rantai pasok.
”Dengan langkah ini, investasi yang masuk diharapkan dapat menghasilkan output yang lebih besar dengan biaya yang lebih efisien,” ucap dia.
Tentu saja efisiensi bukan satu-satunya aspek yang mendapat perhatian, dalam keterangannya William turut menggarisbawahi pentingnya memperluas basis penerimaan negara. Apalagi di tengah kebijakan pemerintah yang tengah berusaha menjaga daya beli masyarakat

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
