
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/2). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa penyerapan di sektor otomotif di segmen kendaraan pick-up, mampu menghadirkan dampak yang cukup positif kepada perekonomian bangsa.
“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri," kata Agus dalam keterangannya diterima di Jakarta dan dikonfirmasi pada Jumat.
Namun, Agus menambahkan apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri.
Sebagai contoh, jika keperluan sebanyak 70 ribu armada pick-up dihasilkan dari dalam negeri maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp27 triliun.
Pemenuhan ini, tidak hanya sebatas kendaraan saja, banyak industri lainnya yang berkaitan erat dari satu kendaraan pick-up yang dihadirkan seperti industri ban, industri kaca, industri baterai basah (accu), industri logam, industri kulit, industri plastik, industri kabel, industri elektronik, dan lain sebagainya
Dia melanjutkan bahwa standar dan juga kualitas kendaraan pick-up (4x2) yang dilahirkan di dalam negeri juga tidak kalah dengan apa yang diproduksi di luar negeri.
Produk lokal juga dinilai oleh Agus, sudah mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat beragam.
Keandalan kendaraan-kendaraan ini sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Performanya dinilai sudah sangat andal serta mampu melayani kebutuhan distribusi dan mobilitas barang.
Namun demikian, Menperin mengakui bahwa Indonesia belum memproduksi tipe kendaraan pick-up dengan spesifikasi penggerak empat roda (4x4) yang dirancang khusus untuk medan sangat berat, khususnya daerah tambang dan perkebunan.
“Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada,” tegasnya.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyatakan bahwa anggotanya memiliki kesiapan dalam memenuhi kebutuhan armada-armada pick-up dari berbagai jenama yang ada di Tanah Air.
Secara keseluruhan anggota-anggota GAIKINDO tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.
Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4x2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40 persen.
Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4x2 atau jenis pick-up tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air. Hal ini juga berkat dukungan jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas.
”Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika dalam keterangan resminya, Jumat. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
