
Ilustrasi Generasi X, Y, dan Z. (Pexels)
JawaPos.com - Kelas menengah di Indonesia terus bertumbuh. Mereka berasal dari tiga generasi, yakni generasi X, Y atau milenial, dan Z. Namun, tumbuhnya kelompok ini tidak selaras dengan kemandirian dan stabilitas finansial mereka.
Tidak stabilnya finansialnya, karena ketiga generasi itu memiliki prioritas dan tekanan berbeda. Kondisi itu tergambar dari hasil riset yang dilakukan FWD Group Holdings Limited (“FWD Group” atau “FWD”).
Dalam survei bertajuk FWD consumer outlook survey ini, FWD Group Holdings Limited berkolaborasi dengan lembaga survei, Ipsos. Riset itu mengkaji kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kalangan kelas menengah Asia di berbagai generasi dan tahap kehidupan.
Survei yang dilakukan secara online itu berlangsung pada Oktober 2025, dan melibatkan lebih dari 1.000 responden kelas menengah Indonesia. Mereka berusia 21–65 tahun.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, dari hasil survei menyatakan bahwa masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini cenderung berada dalam posisi berhati-hati secara finansial. Sekitar 66 persen responden merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu dipicu oleh inflasi. Konkretnya, kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya kesehatan.
“Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya," ujar Rudy F. Manik dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (13/4).
Menurut dia, masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Mereka cenderung untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan.
"Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” imbuhnya.
Adapun 66 persen responden yang merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dipicu beberepa hal. Yakninya, kenaikan biaya hidup (70%), ketidakpastian pendapatan (43%), dan tingginya biaya kesehatan (40%). Hal itu mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada menjaga stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan.
Sementara itu, generasi Y, X, dan Z memiliki kebutuhan dan kekhawatiran finansial yang berbeda. Generasi Z, mereka yang lahir pada 1996–2010 berfokus pada upaya dalam mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
