
Koperasi Merah Putih Desa Plosowahyu, Lamongan. (Dok. Radar Lamongan)
JawaPos.com - Sejatinya Koperasi Merah Putih (KMP) masih dalam tahap pembangunan yang masih berlangsung. Dalam rencana pemperintah, disiapkan 30 ribu unit koperasi akan beroperasi.
Dalam menjaga konsistensi operasional sebagai ukuran keberhasilannya, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan enam variabel. Semua diharapkan dapat terpenuhi agar proram Koperasi Merah Putih (KMP) ini dinilai berhasil memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat.
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) Panel Barus menyebut bahwa progres pembangunan koperasi merah putih saat ini telah mencapai sekitar 30.000 ribu unit.
“Yang sedang dibangun itu antara 30.000 sampai 32.000. Kalau yang sudah jadi bangunan fisiknya saja itu sudah hampir 3.000,” ujar Panel Barus kepada JawaPos.com di Jakarta, Rabu (25/3).
Baca Juga:Bunga 6 Persen Koperasi Merah Putih Berpotensi Ancam BPR, CELIOS: Likuiditas Bisa Tersedot
Meski masih panjang, pemerintah optimistis seluruh pembangunan selesai sesuai target, yakni berkisar Juli-Agustus 2026.
Agar Kopdes Merah Putih ini berjalan maksimal dan memberi dampak ekonomi di masyarakat, Kemenkop tengah menyiapkan sejumlah variabel penting yang harus dipenuhi. Semua itu menjadi perhatian pemerintah dalam fase operasional.
Pertama, skema permodalan. Koperasi membutuhkan dukungan pembiayaan yang jelas agar bisa mulai menjalankan usaha.
Kedua, penyusunan panduan operasional atau best practice agar pengelola koperasi memahami cara menjalankan berbagai unit usaha yang telah ditetapkan.
“Supaya mereka paham bagaimana mengoperasikan kegiatan usaha yang diperintahkan di Inpres Nomor 9 tahun 2025. Kegiatannya seperti buka toko sembako, simpan pinjam, pergudangan, transportasi logistik, klinik, hingga gerai obat atau apotek. Di luar enam ini, Kopdes juga boleh menjalankan kegiatan usaha berbasis potensi desa,” paparnya.
Ketiga, pendampingan. Panel menilai pengurus koperasi membutuhkan asistensi dalam menjalankan bisnis, terutama pada tahap awal operasional. “Di Kemenkop ada yang namanya Business Assistant. Tugasnya memang mengasistensi operasional bisnis dari Kopdes,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022