
Ilustrasi Platform e-wallet Ovo. (Istimewa)
JawaPos.com–Ramadhan kerap menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi rumah tangga sekaligus peluang bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, lonjakan kebutuhan konsumsi juga mendorong sebagian masyarakat, termasuk pelaku UMKM, mencari akses pembiayaan jangka pendek untuk menjaga arus kas.
Sejumlah platform pembiayaan digital memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan produk pinjaman yang diklaim lebih fleksibel. Salah satunya adalah GrabModal by OVO Finansial, layanan pendanaan bagi mitra dalam ekosistem Grab yang menyasar pengemudi dan pelaku UMKM.
Layanan yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menawarkan proses pengajuan cepat dengan skema cicilan yang menyesuaikan pendapatan harian. Model ini dinilai relevan untuk pekerja sektor informal dengan penghasilan tidak tetap, terutama selama periode permintaan tinggi seperti Ramadhan hingga Lebaran.
Direktur Utama OVO Finansia Riady Nata mengatakan, pihaknya berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang fleksibel bagi mitra.
”Kami ingin menyediakan akses pendanaan yang mudah dijangkau, sekaligus memberi fleksibilitas agar mitra dapat menyesuaikan pembayaran dengan kondisi keuangan mereka,” ujar Riady Nata.
Meski demikian, di tengah kemudahan akses tersebut, sejumlah pengamat mengingatkan pentingnya pengelolaan utang yang bijak. Skema pembayaran harian yang dipotong langsung dari pendapatan, misalnya, dapat membantu disiplin pembayaran, tetapi juga berpotensi mengurangi likuiditas jika tidak diimbangi perencanaan keuangan yang matang.
Di lapangan, sebagian mitra mengaku terbantu dengan akses pembiayaan tersebut. Anto Putra Gunadi, 55, pengemudi GrabCar di Balikpapan, memanfaatkan pinjaman untuk perawatan kendaraan hingga kebutuhan keluarga.
”Tagihan bisa terbayar karena sistemnya dipotong dari pendapatan harian, jadi lebih terkontrol,” ujar Putra Gunadi.
Cerita serupa datang dari pelaku UMKM kuliner Mirna, 38, yang menggunakan fasilitas pendanaan untuk menjaga ketersediaan bahan baku usaha. Dia menyebut pinjaman membantu menjaga produksi tetap berjalan saat permintaan meningkat, meski sempat menghadapi kendala ketika harus pindah domisili dan menghentikan usaha sementara.
Untuk mengantisipasi kondisi tertentu, layanan ini juga menyediakan fitur Jeda Bayar, yakni kelonggaran pembayaran cicilan dalam situasi seperti sakit, mudik, atau kondisi darurat. Pada periode Lebaran 2026, fasilitas ini dijadwalkan berlaku pada pertengahan hingga akhir Maret bagi mitra pengemudi dan pelaku UMKM.
Meski ada fitur relaksasi tersebut, pengamat menilai pengguna tetap perlu memahami implikasi terhadap tenor pinjaman dan total kewajiban yang harus dibayar. Transparansi informasi menjadi kunci agar akses pembiayaan tidak berujung pada beban utang jangka panjang.
Dari sisi penyaluran, OVO Finansial mencatat telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 6 triliun kepada sekitar 445.000 mitra dalam ekosistem Grab. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan di sektor informal, sekaligus menunjukkan peran platform digital dalam memperluas inklusi keuangan.
