
Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Koperasi Merah Putih di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan usaha ke depannya setelah resmi beroperasi nanti.
Koperasi Merah Putih Parung Panjang menargetkan dapat bekerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong perputaran roda bisnis koperasi.
Rudini selaku Ketua Koperasi Merah Putih Parung Panjang mengatakan, pihaknya telah mempelajari peluang kerja sama dengan program MBG dan melihat potensi yang sangat menjanjikan.
Menurutnya, koperasi dapat berperan sebagai penyedia bahan kebutuhan dapur MBG di Desa Parung Panjang apabila kolaborasi tersebut benar-benar dapat terealisasi.
“Kebetulan di Desa Parung Panjang belum ada yang punya dapur, sedangkan kebutuhan untuk para siswa dan ibu hamil hampir 8.000 porsi setiap harinya," ujar Rudini kepada JawaPos.com.
Menurut Rudini, kendala terbesar pemilik sertifikasi dapur MBG di Desa Parung Panjang belum dapat beroperasi karena terkendala oleh modal. Jika Koperasi Merah Putih Desa Parung Panjang bekerja sama dengan dapur MBG, akan memutus rantai permasalahan karena terjadi simbiosis mutualisme.
“Kami ingin menyuplai barang untuk MBG. Ada beberapa teman saya yang sudah terverifikasi di MBG, tapi belum berjalan karena terkendala modal,” katanya.
Pengalaman dari daerah lain juga menjadi motivasi bagi pengurus koperasi Merah Putih Desa Parung Panjang. Rudini mengungkapkan pihaknya sempat berdiskusi dengan Koperasi Merah Putih di daerah lain yang kebetulan bekerja sama dengan MBG saat mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Kabupaten Bogor.
“Waktu bimtek di Bogor ada orang dari Cianjur cerita ke saya. Omzetnya bisa mencapai Rp 1,2 miliar per minggu karena menyuplai MBG,” ungkapnya.
Menurut Rudini, jika kerja sama dengan MBG ini berhasil dijalankan, maka roda bisnis koperasi akan bergerak lebih cepat. Selain meningkatkan pendapatan koperasi, kolaborasi tersebut juga diyakini akan mampu mendorong pengembangan usaha koperasi ke depannya.
Untuk saat ini, pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Parung Panjang masih dalam proses pembangunan dengan progres sekitar 60-70 persen.
Rudini mengaku masih menunggu penyelesaian pembangunan dan masih harus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan kapan koperasi Merah Putih di Desa Parung Panjang akan mulai beroperasi.
“Untuk kapan koperasi akan beroperasi, kami masih menunggu dari Kodim. Karena kapan pembangunannya akan selesai dari Kodim dan PT Agrinas Nusantara. Tapi kemungkinan tahun ini sudah bisa jalan,” jelasnya.
