
JawaPos.com – Penampilan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belakangan mendadak jadi sorotan publik. Sejumlah warganet menilai bahwa Menkeu pengganti Sri Mulyani tersebut dinilai terlihat lebih kurus dibanding sebelumnya.
Merespons hal itu, Purbaya menjelaskan, perubahan berat badan tersebut bukan karena sering begadang memikirkan kondisi keuangan negara, tetapi ia mengakui karena diet.
“Enggak (begadang), diet sedikit lah. Biasa tuh,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (13/3).
Lebih lanjut Purbaya menyebut penurunan bobot tubuhnya mencapai sekitar delapan hingga sembilan kilogram sejak menjadi Menkeu. “8–9 kg lah, lumayan kan (kurus),” tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa yang merupakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Mengangkat sebagai Menteri Negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan," kata pembawa acara saat membacakan keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan Menteri dan Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Purbaya Yudhi Sadewa merupakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) asal Bogor, Jawa Barat yang lahir pada 7 Juli 1964. Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, beliau pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020).
Baca Juga:Defisit APBN Capai Rp 135,7 Triliun hingga Februari 2026, Menkeu Purbaya: Masih Dalam Koridor
Lalu, Purbaya juga tercatat pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018).
Selain itu, Purbaya juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016), Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014).
Lalu Purbaya juga pernah menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV" di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang), Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).
