
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp 135,7 triliun, setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa angka tersebut masih berada dalam batas aman sesuai desain APBN 2026.
“Defisit APBN tercatat sekitar Rp 135,7 triliun atau 0,53 persen dari PDB yang masih berada dalam koridor desain APBN 2026,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret di Jakarta, Rabu (13/3).
Ia menjelaskan, realisasi APBN hingga 28 Februari 2026 menunjukkan kinerja fiskal yang tetap kuat.
Baca Juga:Purbaya Pastikan APBN Belum Diubah Meski Harga Minyak Mentah RI Naik Tembus USD 68 per Barel
Hal itu ditopang oleh pendapatan negara yang masih tumbuh positif serta belanja negara yang dipercepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi penerimaan, pendapatan negara hingga akhir Februari tercatat mencapai Rp 358,0 triliun atau sekitar 11 persen dari target APBN. Pemerintah sengaja mempercepat penyerapan belanja agar stimulus fiskal dapat terasa sejak awal tahun.
“Belanja tahun ini memang kita percepat. Supaya ekonominya didorong dari sisi fiskal sejak awal tahun sampai akhir tahun secara lebih merata, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa pendapatan negara masih didominasi oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 290,0 triliun atau 10,8 persen dari target.
Angka tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 245,1 triliun atau 10,4 persen serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp 44,9 triliun atau 13,4 persen.
Menurut dia, kinerja penerimaan tersebut dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas serta aktivitas produksi industri. Meski demikian, data terbaru menunjukkan kinerja cukai mulai membaik.
“Informasi terakhir, data kemarin sudah tumbuh lagi secara year on year. Untuk cukai itu tumbuhnya sudah 7 persen,” jelasnya.
Sementara itu dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp 493,8 triliun atau 12,8 persen dari pagu APBN.
Angka tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun atau 11 persen dari pagu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
