
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lonjakan harga minyak mentah di atas 100 USD tidak langsung naikkan anggaran subsidi energi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level lebih dari USD 100 per barel tidak serta-merta membuat anggaran subsidi energi dalam APBN otomatis meningkat.
Menurutnya, pemerintah masih akan melihat perkembangan harga minyak dalam beberapa waktu ke depan sebelum mengambil kebijakan.
Purbaya menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN dihitung berdasarkan rata-rata selama satu tahun penuh. Karena itu, pergerakan harga dalam waktu singkat belum bisa langsung dijadikan dasar untuk mengubah proyeksi anggaran.
“Akan naik otomatis tapi kan asumsi kita kan setahun penuh. Kalau sekarang USD 100 abis itu jatuh ke USD 50 rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin,” ujar Purbaya saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/3).
Menurut dia, pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan lonjakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.
Evaluasi terkait anggaran di APBN baru akan dilakukan setelah melihat tren rata-rata harga minyak mentah dalam periode yang lebih panjang, minimal satu bulan.
“Jadi jangan terlalu cepat-cepat judge ini judge itu. Kita lihat kondisi seperti apa, nanti setelah sebulan kita prediksi harga minyak seperti apa sehingga kita bisa ngambil kebijakan yang pas,” tegas Purbaya.
Ia juga menambahkan, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi periode harga minyak yang tinggi di masa lalu. Karena itu, dirinya optimistis situasi tersebut dapat dikelola dengan kebijakan yang tepat tanpa mengguncang kondisi fiskal negara.
“Anda percaya aja, saya cukup pintar kok. Kita sudah ngalamin harga minyak tinggi berapa kali kan, banyak. Enggak hancur negaranya kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tegasnya.
Purbaya juga mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki waktu hingga akhir tahun untuk memantau perkembangan harga minyak global sebelum menentukan langkah lanjutan dalam pengelolaan anggaran. “Kita diemin aja. Kan masih ada sampai akhir tahun. Kan belum abis,” pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
