
Ilustrasi tren belanja online berbasis konten di YouTube. (CellphoneS)
JawaPos.com–Kebiasaan masyarakat mencari referensi produk melalui konten digital semakin menguat. Banyak konsumen kini tidak hanya menonton video ulasan produk, tetapi juga menjadikannya sebagai dasar keputusan sebelum membeli barang secara online.
Temuan laporan Ramadhan Consumer Behavior Report 2025 dari lembaga riset Populix menunjukkan bahwa ulasan dari kreator digital menjadi salah satu referensi yang semakin dipercaya konsumen saat menentukan pilihan produk. Konten seperti review gadget, rekomendasi kebutuhan rumah tangga, hingga inspirasi belanja Ramadan kerap menjadi titik awal sebelum konsumen melakukan transaksi.
Namun, pengalaman belanja dari konten video masih memiliki kendala. Ketika minat terhadap suatu produk muncul saat menonton video, penonton biasanya harus keluar dari platform untuk mencari tautan produk secara manual di marketplace atau mesin pencari.
Situasi ini mendorong berkembangnya model social commerce, yaitu integrasi antara konten digital dan proses transaksi dalam satu ekosistem. Salah satu bentuk integrasi tersebut kini mulai hadir melalui fitur YouTube Shopping, yang memungkinkan kreator menyematkan tautan produk langsung di dalam konten video.
Dengan cara ini, penonton dapat mengakses produk yang sedang dibahas tanpa perlu meninggalkan platform untuk mencari produk secara terpisah. Beberapa platform e-commerce di Indonesia mulai memanfaatkan integrasi ini untuk menjangkau konsumen yang menemukan produk melalui konten kreator.
Salah satunya dilakukan platform belanja daring Blibli yang ikut terhubung dengan kanal YouTube Shopping Affiliate. Head of SEO and Affiliates Blibli Merrick Jonathan mengatakan, ulasan dari kreator digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan belanja konsumen.
Menurut dia, integrasi antara konten dan platform belanja berupaya mempersingkat jarak antara inspirasi dan keputusan membeli.
”Kami melihat ulasan kreator menjadi bagian penting dalam pertimbangan belanja konsumen. Integrasi ini diharapkan dapat membuat proses dari menemukan produk hingga transaksi menjadi lebih praktis,” ujar Merrick Jonathan dalam keterangan tertulis.
Melalui fitur tersebut, kreator dapat menandai sejumlah produk dalam satu video, sehingga penonton dapat langsung melihat dan mengakses barang yang direkomendasikan. Sistem juga memungkinkan informasi stok produk diperbarui secara real-time saat pengguna membuka tautan dari video.
Baca Juga:Lonjakan Belanja Online saat Ramadhan: Peluang Besar UMKM, Tantangan Musim Puncak Transaksi
Momentum Ramadhan sendiri dinilai menjadi salah satu periode yang mendorong aktivitas ini. Pada masa tersebut, banyak kreator membuat konten yang berkaitan dengan kebutuhan Ramadan, seperti rekomendasi peralatan dapur untuk sahur dan berbuka, hingga ulasan gadget yang sering diburu saat menerima tunjangan hari raya (THR).
Selain memudahkan konsumen, tren ini juga membuka peluang monetisasi baru bagi kreator konten. Melalui program afiliasi dalam YouTube Shopping, kreator dapat memperoleh komisi dari produk yang dibeli melalui tautan yang mereka sematkan di konten.
Program semacam ini biasanya terbuka bagi kreator yang telah bergabung dalam YouTube Partner Program. Bahkan kreator dengan jumlah pelanggan relatif kecil, sekitar 1.000 subscriber, sudah dapat mulai menandai produk di video, Shorts, maupun siaran langsung.
