
Ilustrasi mudik gratis grup Telkom tahun lalu. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Lonjakan harga tiket dan keterbatasan kursi angkutan umum selalu menjadi persoalan klasik saat musim mudik Lebaran. Belum lagi macetnya jalur Tol Trans Jawa, antrian penyeberangan di pelabuhan-pelabuhan dan persoalan lainnya.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, kondisi serupa diperkirakan kembali terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat yang ingin pulang kampung.
Bagi perantau yang mencari alternatif mudik murah bahkan gratis, program Mudik Bersama 2026 yang digelar TelkomGroup bisa menjadi salah satu opsi.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Mudik Gratis BUMN 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.
Kuota 1.700 Pemudik, Gratis Bus dan Kapal Laut
Tahun ini, TelkomGroup menyiapkan 27 armada bus serta tiga rute kapal laut dengan total kuota sekitar 1.700 peserta. Seluruh perjalanan tidak dipungut biaya.
Adapun rute yang tersedia mencakup sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatra, antara lain Jakarta–Surabaya–Malang, Jakarta–Magelang–Sleman–Yogyakarta–Wonosari, Jakarta–Semarang, Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Ponorogo, Jakarta–Malang, Jakarta–Lampung, Jakarta–Palembang, hingga Jakarta–Tasikmalaya.
Keberangkatan dijadwalkan pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan titik kumpul terpusat di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan. Informasi teknis seperti jadwal kehadiran dan pembagian armada akan disampaikan kepada peserta yang telah lolos proses verifikasi.
Cara Daftar Mudik Gratis 2026
Baca Juga: 7 Kuliner Legendaris Cirebon yang Wajib Dicoba Wisatawan, dari Nasi Jamblang hingga Es Durian Viral
Pendaftaran dibuka mulai 3 Februari 2026 melalui situs resmi mudik2026.telkomgroup.id. Karena kuota terbatas dan biasanya cepat penuh, calon peserta disarankan segera mendaftar saat portal dibuka.
Agar peluang lolos lebih besar, masyarakat sebaiknya menyiapkan data diri sesuai dokumen resmi dan menggunakan nomor ponsel aktif untuk proses verifikasi dan pastikan hanya mengakses kanal pendaftaran resmi guna menghindari penipuan.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, mengatakan program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh perjalanan yang lebih aman dan terorganisir di tengah tingginya permintaan transportasi saat Lebaran.
Program mudik gratis seperti ini bisa menjadi solusi bagi pekerja sektor informal, mahasiswa, maupun keluarga dengan anggaran terbatas. Selain tanpa biaya, sistem keberangkatan kolektif dinilai lebih tertib dan meminimalkan risiko dibanding mudik mandiri tanpa perencanaan matang.
Bagi masyarakat yang sudah mulai merencanakan perjalanan pulang kampung Lebaran 2026, memantau jadwal pendaftaran dan memahami syarat program sejak awal dapat membantu mengamankan kursi sebelum kuota habis.
