Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia. (Google Maps)
JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan nilai perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara yang berada di jalur strategis Selat Hormuz. Data tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus logistik global.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan besarnya potensi gangguan perdagangan akibat memanasnya situasi geopolitik tersebut.
“Terkait berapa persen yang mungkin akan terganggu, ini tentunya perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Namun sebagai gambaran, berikut ekspor dan impor dari negara jalur Selat Hormuz,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).
Meski begitu, ia membeberkan, sepanjang tahun 2025, impor non-migas Indonesia dari Iran tercatat sebesar USD 8,4 juta. Komoditas yang mendominasi antara lain buah-buahan senilai USD 5,9 juta, besi dan baja USD 0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis USD 0,7 juta.
Sementara itu, impor non-migas dari Oman mencapai USD 718,8 juta. Komoditas utamanya berupa besi dan baja senilai USD 590,5 juta, bahan bakar organik USD 56,7 juta, serta garam, belerang, batu dan semen USD 44,2 juta.
Adapun impor dari Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebesar USD 1,4 miliar. Komoditas terbesar berupa logam mulia dan perhiasan USD 511,1 juta, diikuti garam, belerang dan batu semen USD 243,2 juta, serta aluminium dan barang darinya USD 181,6 juta.
“Ternyata bukan hanya dari Australia dari UEA juga ternyata kita mengimpor logam mulia dan perhiasan itu sebesar USD 511,1 juta. Jadi lebih kecil dibandingkan dari Australia,” jelasnya.
Dari sisi ekspor, pengiriman non-migas Indonesia ke Iran tercatat USD 249,1 juta, yang terdiri dari buah-buahan USD 86,4 juta, kendaraan dan bagiannya USD 34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan/nabati USD 22 juta.
Ekspor non-migas ke Oman mencapai USD 428,8 juta. Komoditas utamanya meliputi lemak dan minyak hewan/nabati USD 227,7 juta, kendaraan dan bagiannya USD 64,2 juta, serta bahan mineral USD 48,1 juta.
"Ekspor non-migas ke UEA menjadi yang terbesar dengan nilai mencapai USD 4,0 miliar. Rinciannya meliputi lemak dan minyak hewan/nabati USD 510,3 juta, kendaraan dan bagiannya USD 363,5 juta, serta logam mulia dan perhiasan USD 183,6 juta," tandasnya

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
