Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus bertumbuh dan kini telah menembus Rp 180,8 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan sektor pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, hingga kebudayaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa dana abadi yang tercatat hingga saat ini merupakan dana pokok yang hanya dapat dimanfaatkan dari hasil pengembangannya.
"Jadi, hingga saat ini, ini websitenya LPDP bahwa dana abadi yang digunakan LPDP sampai dengan hari ini berjumlah Rp 180 triliun. Dan abadi itu artinya yang boleh digunakan dan hasil kelolaan," kata Sudarto dalam Media Briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2) malam.
Lebih rinci, ia membeberkan bahwa dari total Rp 180,8 triliun tersebut, sebesar Rp 149,8 triliun dialokasikan untuk dana abadi pendidikan yang dimanfaatkan antara lain untuk mendukung program beasiswa.
Sementara itu, dana abadi penelitian tercatat sebesar Rp 14 triliun, dana abadi perguruan tinggi sebesar Rp 11 triliun yang ditujukan untuk mendorong peningkatan kualitas dan peringkat kampus Indonesia di tingkat global, serta dana abadi kebudayaan sebesar Rp 6 triliun guna memperkuat ekosistem budaya nasional.
Sudarto menjelaskan bahwa pengelolaan dana abadi dilakukan melalui skema kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Untuk dana abadi pendidikan, LPDP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Kementerian Agama.
"Khusus Dana Abadi Penelitian, pengelolaan program management office berada di Kemdiktisaintek, BRIN, dan Kemenag. Adapun dana abadi kebudayaan berada di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan, sedangkan dana abadi perguruan tinggi dikelola bersama Kemdiktisaintek," bebernya.
Dalam lima tahun terakhir, yakni periode 2020 hingga 2025, realisasi belanja dari hasil pengembangan dana abadi dinilai tetap terkendali. Pada 2025, realisasi belanja tercatat Rp11,19 triliun dari pagu Rp11,15 triliun.
"Jadi, kita ada surplus yang diakumulasi dan bisa digunakan untuk penambahan program beasiswa, penelitian, penguatan perguruan tinggi, maupun kebudayaan,” jelas Sudarto.
Untuk diketahui, sejak program beasiswa LPDP bergulir pada 2013, jumlah awardee reguler yang dikelola langsung LPDP telah mencapai 58.444 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak ada sebanyak 42.249 orang degree S2 sudah dibiaya.
Selanjutnya, jenjang S3 sebanyak 12.471 orang. Non Degree sebanyak 395 orang dan dokter spesialis sebanyak 3.329 orang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
