
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan dagang tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) setelah melalui rangkaian negosiasi panjang dan intensif di sepanjang tahun 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan perjalanan diplomasi ekonomi tersebut dimulai sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025.
Sejak pengumuman itu muncul, Airlangga menyebut pemerintah Indonesia bergerak cepat dengan mengirimkan empat surat resmi untuk proses negosiasi tarif pada April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.
“Dan juga 90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika. Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tarif,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2).
Tak hanya melalui surat-menyurat, Indonesia juga aktif melakukan pendekatan langsung ke Washington. Airlangga mengungkapkan, dalam periode tersebut pemerintah melakukan kunjungan ke Washington D.C sebanyak empat kali.
Selain itu, terdapat tujuh kali putaran perundingan resmi dan lebih dari sembilan kali pembahasan, baik secara tatap muka maupun virtual dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR).
“Indonesia mengunjungi Washington D.C 4 kali, kemudian 7 kali putaran perundingan, dan lebih dari 9 kali pembahasan in-person maupun virtual dengan USTR atau Duta Besar Jameson Grier. Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan Commerce ataupun Commerce Secretary dan Treasury Amerika,” jelasnya.
Meski komunikasi juga dilakukan dengan Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan AS, Airlangga menegaskan bahwa perjanjian utama memang dilakukan dengan USTR melalui Ambassador Jameson Grier.
Menurutnya, hasil dari rangkaian negosiasi tersebut adalah penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Joint Statement kedua negara. Skema ini, kata dia, berbeda dibandingkan sejumlah perjanjian Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang dilakukan AS dengan negara lain.
“AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia, itu seperti yang dituangkan dalam Joint Statement yang lalu dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain,” beber Airlangga.
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa kesepakatan ini murni berfokus pada aspek perdagangan. Amerika Serikat, kata Airlangga, sepakat mencabut pasal-pasal di luar kerja sama ekonomi.
“Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi. Antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kemudian terkait kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan. Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022