
Ilustrasi emas Antam
JawaPos.com – Pergerakan harga emas dunia diproyeksikan masih akan fluktuatif pada pekan depan dengan kecenderungan menguat seiring berbagai sentimen global yang belum sepenuhnya reda.
Pengamat Pasar Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, emas masih berpeluang melanjutkan reli jika tekanan eksternal kembali meningkat. Menurut Ibrahim, apabila harga emas dunia kembali menguat, maka resistance pertama berada di level USD 5.057 per troy ounce. Sementara untuk harga emas logam mulia di dalam negeri, level tersebut setara dengan kisaran Rp 2.800.000 per gram.
“Kalau naik lagi, resistance kedua emas dunia ada di USD 5.170 per troy ounce. Untuk logam mulia di Indonesia, itu bisa menyentuh Rp 2.900.000 per gram,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (8/2).
Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas saat ini dipicu oleh sejumlah faktor global. Salah satunya adalah penundaan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat untuk Januari 2026. Data tersebut semula dijadwalkan rilis pada Jumat, namun diundur menjadi Rabu, 11 Januari 2026.
“Data tenaga kerja ini sangat penting karena menjadi indikator sejauh mana Bank Sentral Amerika Serikat akan menurunkan suku bunga atau justru mempertahankannya,” jelasnya.
Selain itu, Ibrahim membeberkan bahwa kebijakan bank sentral utama dunia juga masih menjadi perhatian pasar. Bank of England dan Bank Sentral Eropa hingga kini memilih mempertahankan suku bunga acuan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya stabil.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah dinilai sedikit mereda menyusul pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran terkait isu reaktor nuklir. Meski demikian, risiko konflik belum sepenuhnya hilang.
“Pemimpin Iran, Ayatullah Khomeini, berulang kali menegaskan jika Amerika atau Israel melakukan penyerangan, maka Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah,” beber Ibrahim.
Situasi tersebut, lanjutnya, belum cukup kuat untuk mengangkat sentimen positif pasar secara signifikan. Di Eropa, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut peluang perdamaian Rusia dan Ukraina pada Mei–Juni mendatang juga ikut memengaruhi psikologis pelaku pasar.
Dengan kombinasi sentimen ekonomi dan geopolitik tersebut, Ibrahim menilai emas masih akan menjadi instrumen lindung nilai utama. Investor pun disarankan mencermati pergerakan data ekonomi global serta dinamika geopolitik yang dapat menjadi katalis pergerakan harga emas dalam waktu dekat.
"Inipun juga masih belum sedikit mengangkat sentimen positif. Di Eropa sendiri, Trump sendiri mengingatkan di bulan Mei-Juni perdamaian antara Rusia dan Ukrains itu sudah terjadi," tukasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
