
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/026). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah mengkaji besaran porsi kepemilikan saham yang berpotensi diambil di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kajian tersebut mengacu pada praktik di berbagai negara, di mana sovereign wealth fund (SWF) umumnya memiliki kepemilikan di bursa dengan rentang 15 hingga 30 persen.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa secara mandat, Danantara memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi baik secara langsung maupun tidak langsung di berbagai kelas aset, termasuk aset publik dan non-publik.
“Kan Danantara memang boleh berinvestasi secara langsung dan tidak langsung, baik sesuai dengan policy kebijakan kita di all different classes of asset, public maupun non-public,” ujar Rosan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2).
Ia menekankan bahwa setiap langkah investasi tetap mengedepankan prinsip independensi dan keterbukaan terhadap evaluasi.
Masuknya Danantara ke pasar modal pun akan sangat bergantung pada aspek valuasi dan kelayakan investasi.
“Dan tentunya kita tetap akan independen dan menerima evaluasi. Kalau memang dari segi pricing-nya ini bagus, ya tentunya Danantara kita akan masuk ke pasar modal,” jelasnya.
Terkait rencana demutualisasi BEI, Rosan menyebut Danantara belum menetapkan angka pasti mengenai porsi kepemilikan saham yang akan diambil.
Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian mendalam, termasuk menyiapkan sejumlah kriteria investasi yang harus dipenuhi.
“Mengenai demutualisasi, kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya punya kriteria-kriteria ya pada saat kita masuk dan berinvestasi,” ujar Rosan.
Lebih lanjut, ia menambahkan, keterlibatan sovereign wealth fund dalam kepemilikan bursa bukanlah hal yang baru di tingkat global. Bahkan, hampir seluruh bursa besar dunia memiliki SWF sebagai salah satu pemegang saham strategis.
“Dan kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini, sovereign wealth fund-nya itu kan memang ikut. Range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
