ILUSTRASI: 7 ruas jalan tol dibuka gratis, termasuk di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Libur akhir tahun memang sudah lewat, tetapi arus perjalanan belum sepenuhnya mereda. Banyak masyarakat yang menunda liburan karena cuaca, pekerjaan, atau harga tiket, sementara sebagian lainnya baru bersiap pulang ke kota asal setelah memperpanjang waktu berkumpul bersama keluarga.
Di awal tahun, Tol Trans Jawa kembali menjadi tulang punggung mobilitas darat, dan di saat yang sama, menyimpan potensi kepadatan di sejumlah titik krusial. Berbeda dengan puncak arus mudik yang cenderung terpusat, kepadatan awal tahun biasanya terjadi lebih sporadis.
Namun justru di situlah risikonya. Pengemudi sering lengah karena menganggap lalu lintas sudah normal, padahal volume kendaraan masih tinggi dan beberapa ruas tol mengalami penyempitan jalur, antrean rest area, hingga pertemuan arus dari berbagai arah.
Berdasarkan pemetaan otoritas transportasi dan pengelola jalan tol untuk periode 2025/2026, setidaknya ada tujuh titik rawan kemacetan di Tol Trans Jawa yang perlu mendapat perhatian khusus. Informasi ini penting bagi siapa pun yang sedang merencanakan perjalanan pulang, liburan tertunda, atau sekadar melintas antar kota di Pulau Jawa. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Tol Jakarta–Cikampek KM 47–66: Pertemuan Arus yang Tak Pernah Sepi
Ruas Tol Jakarta–Cikampek masih menjadi 'gerbang utama' keluar-masuk kendaraan dari dan menuju Ibu Kota. Di rentang KM 47 hingga KM 66, kepadatan kerap muncul akibat bertemunya arus dari Tol Layang MBZ dengan jalur bawah.
Pada jam-jam tertentu, terutama pagi hingga siang hari, kendaraan dari berbagai arah harus menyesuaikan kecepatan dan jalur. Efeknya, lalu lintas melambat meski tidak terjadi kecelakaan. Pengemudi disarankan menjaga jarak aman dan menghindari manuver mendadak di ruas ini.
2. Gerbang Tol Cikampek Utama (KM 70): Pintu ke Jalur Timur
GT Cikampek Utama atau Cikatama merupakan simpul penting menuju Tol Cipali dan jalur Trans Jawa bagian timur. Di awal tahun, antrean di gerbang ini masih sering terjadi, terutama saat volume kendaraan meningkat bersamaan dengan rombongan bus dan logistik.
Antrean biasanya mengular menjelang pintu transaksi, terutama bila terjadi penyesuaian lajur atau gangguan teknis. Pastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum tiba di titik ini untuk menghindari perlambatan tambahan.
3. Tol Cipali KM 152: Bottleneck Klasik yang Masih Jadi PR
Tol Cikopo–Palimanan dikenal panjang dan relatif lurus, tetapi justru itulah yang membuat titik bottleneck di KM 152 menjadi krusial. Penyempitan jumlah lajur di area ini sering memicu perlambatan mendadak, terutama ketika pengemudi lengah setelah melaju stabil dalam waktu lama.
Di musim perjalanan awal tahun, kepadatan sering muncul tanpa peringatan panjang. Disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki area ini dan mengikuti rambu serta arahan petugas.
4. Tol Pejagan–Pemalang KM 263: Akses Keluar-Masuk yang Padat
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022