
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya empat modus pelanggaran yang kerap digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran Bea Keluar (BK).
Temuan itu didapat dari rangkaian pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap ekspor komoditas yang dikenakan pungutan tersebut.
“Dalam pelaksanaannya terdapat 4 modus pelanggaran yang paling sering ditemukan," kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (8/12).
Adapun yang pertama, kata Purbaya, yakni masih adanya praktik kesalahan administratif dalam pemberitahuan dan juga penyamaran ekspor melalui modus seolah-olah antarpulau.
Selain itu, adanya praktik penyembunyian dengan mencampur barang ilegal dengan barang yang legal. Ada juga praktik penyembunyian langsung dengan mengekspor barang tanpa dilindungi dokumen.
“Pengawasan yang ketat terhadap modus-modus ini menjadi kunci untuk menjaga integritas proses ekspor komoditas bea keluar,” ujarnya.
Dari sisi pencegahan, Purbaya menyampaikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan mulai dari pre-clearance, proses verfikasi dan post clearance atau proses audit. Pemeriksaan berlapis itu disebut penting untuk memastikan tidak ada celah pelanggaran di lapangan.
Dalam hal pengawasan pre-clearance, kata Purbaya, Bea Cukai akan mengecek sebelum barang fisik tiba atau berangkat dari pelabuhan atau bandara, atau bahkan sebelum proses produksi selesai untuk produk tertentu.
Kemudian, saat proses verifikasi dan pemberian izin resmi oleh otoritas berwenang untuk memastikan barang memenuhi semua persyaratan hukum, teknis, dan administratif agar bisa keluar wilayah kepabeanan dengan aman dan legal.
Selanjutnya, pengawasan post-clearance atau verifikasi yang dilakukan oleh Bea Cukai setelah barang keluar dari kawasan pabean. "Pada tahap clearance, analisis dokumen ekspor dilakukan secara ketat dibantu perangkat seperti Gamma Ray dan X-Ray, serta patroli laut untuk memastikan pergerakan barang,” tutup Purbaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
