
Potret jajaran Badan Pengurus Pusat AMA Indonesia 2025-2029 usai disahkan pada Sabtu (6/12). (AMA Indonesia)
JawaPos.com - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA Indonesia) secara resmi mengukuhkan Badan Pengurus Pusat baru masa bakti 2025-2029 di Jakarta pada Sabtu (6/12). Alex Denni menjadi nahkoda organisasi manajemen terbesar di Indonesia tersebut. Dia memastikan akan membawa organisasi tersebut untuk menjawab setiap tantangan, baik global maupun domestik.
Sebagai ketua umum Badan Pengurus Pusat AMA Indonesia, Alex Denni menyampaikan bahwa pihaknya akan menjalankan amanat yang sudah disampaikan oleh dewan pembina. Dia optimistis, organisasi yang dia pimpin akan bergerak lebih cepat, lebih fokus, dan lebih berdampak. Sehingga dapat lebih bermanfaat lebih besar
”Kami akan bergerak lebih cepat, lebih fokus, dan lebih berdampak. Strategi kami akan sepenuhnya berorientasi pada eksekusi 3 misi yang telah ditetapkan, dengan tujuan akhir menjadikan AMA Indonesia organisasi yang profesional, beretika, dan mampu berkompetisi di tingkat global,” terang dia.
Denni menyatakan bahwa dia akan fokus memperkuat 5 nilai inti asosiasi. Yakni FACES atau Forward looking, Actionizing, Continuous Learning, Ethical Conduct, dan Social Concern. Nilai-nilai tersebut dipastikan akan menjadi panduan untuk memastikan pengembangan SDM di sektor strategis dilakukan secara inovatif dan penuh integritas.
Hal itu sesuai dengan pesan Burhanuddin Abdullah selaku ketua dewan pembina AMA Indonesia. Dia menekankan posisi strategis asosiasi dan memberikan catatan penting. Menurut dia, saat ini AMA Indonesia masih jauh dari cita-cita menjadi organisasi masyarakat manajemen yang terkemuka, profesional, beretika, dan mampu berkompetisi di tingkat global.
”Kepengurusan baru untuk menjadi akselerator perubahan. Akselerasi itu harus berfokus pada 3 misi utama yang sangat relevan dengan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Pertama memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kualitas SDM di sektor- sektor strategis. Kedua membangun jejaring masyarakat manajemen sebagai wahana kolaborasi dan sinergi. Ketiga menggalang rasa persahabatan dan kepedulian sosial untuk Indonesia yang lebih baik.
Dia pun menyoroti relevansi misi tersebut bagi 10 sektor usaha penyumbang PDB terbesar di Indonesia seperti industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi, yang sangat bergantung pada kualitas manajemen yang dikembangkan oleh AMA Indonesia. ”Badan Pengurus Pusat baru (harus) dapat menjadikan AMA sebagai salah satu aktor penting dalam keberhasilan mencapai Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
