
Para pembicara berfoto bersama dalam forum ekonomi yang membahas prospek Indonesia pada 2026. (Istimewa)
JawaPos.com-Forum ekonomi bertajuk “Navigating Indonesia's Next Growth Wave: Economic Outlook and Political Landscape 2026” digelar di Jakarta, Senin (25/11), untuk membahas arah perekonomian Indonesia, regional, dan global menjelang 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan pentingnya Indonesia menjaga momentum pertumbuhan. “Fondasi ekonomi kita kuat, karena itu kita harus terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan bahwa dukungan investasi akan tetap mengalir selama stabilitas ekonomi terjaga. “Investor melihat potensi jangka panjang Indonesia, terutama dari sektor yang berbasis inovasi dan keberlanjutan,” katanya.
Analis politik dan ekonomi, Burhanuddin Muhtadi, mengingatkan faktor risiko dari dalam dan luar negeri. “Tahun politik tetap perlu diwaspadai, namun sejauh ini pasar menunjukkan respons yang relatif stabil,” ujarnya.
Kehadiran regulator dan pelaku industri turut memperkuat pembahasan lintas perspektif dalam forum ini. “Sinergi antara pemerintah, otoritas, dan sektor swasta kini menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tapi melaju,” kata salah satu peserta dari pemangku kebijakan.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, memastikan pihaknya akan terus menyediakan insight yang relevan bagi pelaku ekonomi. “Kebijakan global berubah cepat. Itu harus diterjemahkan menjadi strategi yang tepat di tingkat nasional dan industri,” ujarnya.
Chief of Global Business Group KB Kookmin Bank, Kang Nam Che, dalam paparannya menyatakan optimisme terhadap peran Indonesia di Asia. “Demografi yang kuat dan ekonomi yang dinamis menjadikan Indonesia pusat pertumbuhan kawasan,” ucapnya.
Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi yang lebih konkret. “Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kompetitif di pasar global,” tegas Kunardy.
Pada kesempatan yang sama, pihak penyelenggara juga mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Bank KB Indonesia Tbk. “Rebranding ini memperkuat identitas dan dukungan kami sebagai bagian dari KB Financial Group,” tutur Kunardy. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
