
Senior Advisor Marx Capital Asia Reita Farianti memaparkan peluang peningkatan ekonomi di Indonesia, Kamis (27/11). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com-Di saat ekonomi Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Jepang melambat, Indonesia justru dinilai memiliki ruang tumbuh lebih besar. Momentum ini dinilai sebagai peluang emas bagi ekonomi nasional untuk menarik arus investasi global dan memperkuat transformasi industri.
Senior Advisor Marx Capital Asia Reita Farianti menjelaskan, perlambatan negara-negara maju membuka ruang baru bagi Indonesia untuk tampil sebagai pasar yang stabil dan atraktif. Tiga negara dengan ekonomi terbesar dunia kini menghadapi tekanan yang sama. Yakni, konsumsi rumah tangga melemah, inflasi tinggi, dan perlunya stimulus tambahan.
Reita menyoroti turunnya consumer confidence index dan merosotnya lowongan pekerjaan di AS.
"Kita bisa simpulkan sederhana bahwa konsumsi di sana pun melemah," ujar Reita Farianti saat peluncuran Marx Consulting Group, Kamis (27/11).
Di Tiongkok, pemerintah mengalihkan fokus dari perang harga ke stabilitas bisnis. Pertumbuhan ekonomi kini berada di kisaran 4,5–5 persen.
Sementara Jepang mulai meninggalkan kebijakan suku bunga ultra rendah. Meski upah meningkat, pertumbuhan ekonomi mereka tetap diperkirakan hanya 1 persen.
Dengan negara-negara besar bergerak lebih lambat, Indonesia justru tampil sebagai pasar dengan fundamental kuat. Reita memaparkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar berkat sejumlah hal.
Di antaranya, hilirisasi dan industrialisasi yang konsisten, stabilitas makro, cadangan mineral strategis dan arus investasi yang mencari pasar baru.
Reita menegaskan bahwa aktivitas Mergers and acquisitions (M&A) akan menjadi tema besar beberapa tahun ke depan. Konsolidasi perusahaan dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai baru.
Dia mencontohkan rencana merger tujuh BUMN konstruksi serta pembentukan Danantara sebagai lembaga konsolidasi.
Melihat dinamika ini, Marx Consulting Group hadir dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan aspek hukum, finansial, hingga manajemen bisnis.
"Dengan integrasi aspek hukum, finansial, dan manajemen bisnis, kami percaya klien-klien kami akan mendapatkan solusi yang jauh lebih tuntas. Marx Consulting Group hadir untuk memberi nilai tambah yang signifikan dalam menghadapi tantangan bisnis modern," ujar Marx Andryan, Founder Marx Consulting Group.
Dengan jaringan yang luas di Asia, Marx Consulting Group menargetkan membantu korporasi, investor, dan family offices membuka peluang pertumbuhan baru di tengah transformasi ekonomi global.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022