
Ilustrasi gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (29/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Optimisme industri perbankan diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir 2025. Hal itu tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (SBPO) triwulan IV-2025 yang melibatkan 102 bank dengan total aset 99,25 persen dari keseluruhan bank umum pada September 2025.
I(IBP) pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 66, menandakan sektor perbankan berada di zona optimis. Ekspektasi perbaikan kondisi makroekonomi domestik menjadi pendorong utama kepercayaan pelaku industri bahwa kinerja sektor keuangan tetap solid.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, optimisme tersebut dipengaruhi oleh Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) yang kembali ke level optimis sebesar 63 pada triwulan IV-2025. Kondisi ini didorong oleh prakiraan akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik seiring penurunan BI Rate serta ditopang oleh penguatan nilai tukar Rupiah.
"Konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru diyakini akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa. Selain itu, stimulus 8+4+5 dari Pemerintah diperkirakan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Dian di Jakarta, Sabtu (22/11).
Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut diperkirakan turut mendorong kenaikan inflasi pada akhir tahun. Namun, mayoritas responden menyatakan risiko perbankan masih terkendali. Hal ini tercermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 yang berada pada zona optimis, dengan indikator kualitas kredit yang tetap terjaga baik dan posisi devisa netto (PDN) yang rendah akibat aset dan tagihan valuta asing (valas) lebih tinggi dibandingkan kewajiban valas (long position).
Survei juga mencatat proyeksi net cashflow perbankan cenderung menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun demikian, cash outflow perbankan juga diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya penarikan dana untuk kebutuhan operasional nasabah serta pembayaran belanja Pemerintah Daerah yang biasanya cukup besar di akhir tahun.
Optimisme terhadap kinerja perbankan pada triwulan IV-2025 turut diperkuat melalui Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78. Pendorongnya adalah ekspektasi pertumbuhan kredit yang positif, seiring meningkatnya permintaan pembiayaan dan didukung dengan usaha bank dalam ekspansi bank dalam memaksimalkan pipeline kredit.
"Sektor ekonomi yang diyakini menjadi motor pertumbuhan kredit antara lain adalah sektor industri pengolahan yang pada September 2025 tumbuh sebesar 8,64 persen (YoY)," terangnya.
Dian menambahkan, sektor pertambangan dan penggalian serta sektor pengangkutan dan pergudangan yang tumbuh masing-masing 19,15 persen (YoY) dan 19,32 persen (YoY) pada September 2025, diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan kredit perbankan. "Responden juga memperkirakan pada triwulan IV-2025, DPK tumbuh sejalan dengan usaha bank dalam memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit dan menjaga likuiditas," tutupnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
