
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)
JawaPos.com - Menjelang penutup tahun 2025, proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 mulai menunjukkan pergerakan besar.
Sejumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah melaporkan saldo bansos yang masuk dalam jumlah signifikan, terutama bagi penerima yang baru berpindah mekanisme pencairan.
Menurut YouTube Cek Bansos, temuan terbaru yang ramai diperbincangkan publik datang dari para KPM PKH yang penyalurannya dialihkan dari PT Pos Indonesia ke sistem Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara, khususnya Bank Mandiri.
Migrasi ini menyebabkan sebagian KPM menerima akumulasi bantuan yang tertunda (backlog) hingga tiga tahap sekaligus, mulai dari Tahap 2, Tahap 3, hingga Tahap 4.
Di Serang, Banten, beberapa KPM melaporkan pencairan PKH hingga Rp 4,5 juta, nominal yang jarang terlihat dalam penyaluran reguler. Jumlah tersebut muncul karena KPM memiliki komponen bantuan bernilai tinggi, misalnya dua anak balita dengan bantuan Rp 750.000 per tahap. Jika tiga tahap dicairkan bersamaan, totalnya mencapai Rp4,5 juta.
Cairnya bantuan ini menjadi kabar melegakan bagi KPM yang telah menunggu sekitar delapan bulan sejak pembuatan KKS selesai.
Selain PKH, pencairan BPNT Tahap 4 juga mulai bergerak. Dana sebesar Rp 600.000 yang merupakan akumulasi tiga bulan telah terpantau masuk untuk sejumlah pemegang KKS BNI.
Meski proses penyaluran belum merata di seluruh Indonesia, laporan dari beberapa daerah mengonfirmasi bahwa pencairan triwulan terakhir tahun ini sudah berjalan bertahap.
Di tengah kabar pencairan, masih banyak KPM yang belum menerima dana dan mempertanyakan keterlambatan masuknya saldo.
Sumber dari pendamping sosial menyebutkan bahwa hambatan utama bukan pada bank penyalur, melainkan pada proses administrasi pusat.
Saat ini, status Bantuan Pangan (BPNT) di sistem SIKS-NG masih berada pada tahap 'Berhasil Cek Rekening', dan belum naik menjadi SPM/SI (Surat Perintah Membayar/Surat Instruksi).
Belum terbitnya SPM dari Kementerian Sosial kepada dinas sosial kabupaten/kota menjadi penyebab utama penyaluran berjalan lebih lambat dibandingkan tahap sebelumnya.
Pemerintah mengimbau KPM untuk tetap tenang dan menunggu proses administrasi rampung sepenuhnya. Penyaluran bansos akhir tahun umumnya dilakukan bertahap, terutama bagi penerima yang baru mengalami peralihan mekanisme pencairan atau memiliki komponen bantuan lebih dari satu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
