
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah suntikan dana ke perbankan senilai Rp 76 triliun, dari sebelumnya yang sudah menyalurkan sebesar Rp 200 triliun.
Dana tambahan itu telah disalurkan ke empat bank. Masing-masing Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank DKI.
Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (17/11).
"Menambah likuiditas Rp 76 triliun di BRI, BNI, Mandiri dan Bank DKI," kata Febrio.
Febrio membeberkan, suntikan dana likuiditas dilakukan pemerintah lantaran dari dana Rp 200 triliun sudah berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi. Mulai dari adanya peningkatan investasi dan juga konsumsi.
"Sehingga sektor riilnya juga bergerak, di mana kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan, sektor perbankan, itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah," bebernya.
Lebih rinci, Febro menyebutkan total penempatan dana likuiditas tambahan senilai Rp 76 triliun sudah diberikan sejak 12 September 2025.
Rinciannya, Bank Mandiri Rp 25 triliun, BRI Rp 25 triliun, BNI Rp 25 triliun, dan Bank DKI Rp 1 triliun.
Di sisi lain, realisasi suntikan likuiditas senilai Rp 200 triliun yang telah digunakan lima bank milik negara sudah mencapai Rp 167,7 triliun, atau setara 84 persen.
"Ini per 22 Oktober itu berarti sekitar lima minggu setelah ditempatkan, ini perbankannya sudah menggunakan Rp 167,7 triliun," tukasnya.
Sebelumnya, pada Jumat (12/9) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan hanya 5 bank anggota himpunan bank milik negara atau himbara yang menerima kucuran dana pemerintah senilai Rp 200 triliun.
Jumlah ini berkurang dari sebelumnya, di mana diumumkan ada 6 bank himbara yang akan menerima dana yang diambil dari Bank Indonesia (BI) itu.
Rinciannya, lima bank himbara yang menerima dana segar dari pemerintah adalah Bank Mandiri senilai Rp 55 triliun, BRI Rp 55 triliun, BNI Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan BSI senilai Rp 10 triliun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
