Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 06.09 WIB

Berkontribusi Lebih dari Seperempat Produksi Migas Nasional, EMCL Sumbang US$ 35 Miliar untuk Negara

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL Tezhart Elvandiar. (Istimewa) - Image

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL Tezhart Elvandiar. (Istimewa)

JawaPos.com–ExxonMobil Cepu Limited menyatakan hingga saat ini, Blok Cepu telah menghasilkan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional. Tercatat lebih dari sepertiga atau sekitar 25–30 persen produksi migas nasional dihasilkan Blok Cepu.

Dalam upaya mendukung kemandirian energi Indonesia, EMCL menjalankan operasional yang aman, andal, dan efisien untuk memperkuat ketahanan pasokan minyak mentah nasional. Operasi ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menghasilkan pendapatan negara yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

”Hingga saat ini, produksi kumulatif dari blok Cepu sudah lebih 700 juta barel minyak, jauh di atas rencana POD awal dimana jumlah cadangan minyak saat itu diperkirakan sebesar 450 juta barel,” ujar Tezhart Elvandiar, External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Bojonegoro, Selasa (4/11).

Dia menjelaskan, produksi lapangan Banyu Urip sudah naik signifikan pada akhir Juni setelah ada tambahan produksi dari proyek pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang berhasil diselesaikan 10 bulan dari perencanaan. Sebelum penambahan produksi, Lapangan Banyu Urip memproduksi sekitar rata-rata 150.000 barel per hari.

Proyek BUIC mencakup pengeboran tujuh sumur produksi baru, dilaksanakan PT Pertamina Drilling Services Indonesia menggunakan rig canggih buatan dalam negeri.

”Sejak awal produksi hingga saat ini, Blok Cepu telah menyumbang pendapatan negara mencapai lebih dari US$ 35 miliar. Nilai ini lebih dari 10 kali lipat dari nilai investasi awal,” papar Tezhart Elvandiar.

Pendapatan tersebut, lanjut dia, juga mengalir dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kepada pemerintah daerah. DBH Migas berkontribusi pada sekitar 40 persen APBD Bojonegoro dan menjadi salah satu motor utama penggerak pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Selain DBH Migas, menurut catatan KPP Pratama Bojonegoro, EMCL merupakan wajib pajak dengan kontribusi pembayaran pajak terbesar pada kategori wajib pajak badan.

“Peran EMCL sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan migas nasional. Keberhasilan operasi EMCL menunjukkan pentingnya kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi.

Melalui sinergi antara SKK Migas dan EMCL, operasi di Blok Cepu, Bojonegoro akan terus menjadi bagian penting dari upaya menyediakan energi bagi Indonesia yang tumbuh dan berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore