
Pengunjung berfoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.246 pada perdagangan Senin (3/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 09.14 WIB tercatat di posisi 8.246 atau menguat 1,02 persen atau 83,1 basis points.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 3.127 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2.306 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 287.000 kali. Pada sesi awal perdagangan sebanyak 301 saham tercatat menguat, 234 saham melemah, dan 156 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, Equity Analyst IPOT Imam Gunadi menyampaikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak dinamis mengikuti sentimen dari rilis data ekonomi domestik. Secara teknikal, level 8.354 menjadi batas atas untuk skenario optimistis, dengan asumsi bahwa rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi mampu menunjukkan stabilitas fundamental yang cukup baik serta menjaga persepsi positif investor terhadap daya tahan ekonomi nasional.
"Sebaliknya untuk skenario terburuk, IHSG diperkirakan dapat menguji area 7.959, terutama jika data pertumbuhan ekonomi menunjukkan perlambatan yang lebih dalam dari ekspektasi pasar atau jika tekanan eksternal kembali meningkat, misalnya dari arah kebijakan moneter global maupun volatilitas pasar komoditas," kata Imam dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (3/11).
Imam memperkirakan fokus pasar pada pekan yang terhitung mulai 3-7 November 2025 tertuju pada tiga rilis data ekonomi domestik yang cukup padat. Mulai dari pertumbuhan ekonomi RI Kuartal III-2025, PMI Manufaktur, dan inflasi Oktober 2025.
Konsensus Bloomberg memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,8 persen, menandakan potensi perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi Kuartal III-2025 kemungkinan sedikit lebih rendah dibandingkan Kuartal II-2025 seiring moderasi aktivitas domestik dan tekanan eksternal.
"Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi awal pekan ini. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan akan melandai menjadi 2,59% (yoy) dari 2,65% (yoy) pada September, menandakan stabilitas harga yang relatif terjaga," jelasnya.
Merespons sejumlah sentimen di atas, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan 3 saham dan 1 obligasi untuk inspirasi trading pada pekan ini hingga Jumat, 7 November 2025:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
