
Pacific Coating Show & Conference 2025 segera hadir di Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com-Masyarakat Indonesia akan kembali diramaikan dengan pameran. Kali ini, pameran bahan konstruksi kimia, Pacific Coating Show & Conference 2025 yang akan berlangsung selama 29-31 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.
PCS 2025 ini akan menghadirkan lebih dari 60 brand global dan lokal. Termasuk dari Jerman, Belanda, Finlandia, Korea Selatan, Malaysia, Tiongkok, Singapura, Jerman, dan Thailand.
Adapun diadakannya pameran ini semakin menegaskan perannya sebagai ajang strategis industri cat dan pelapis di kawasan. Asosiasi Coating Indonesia (Ascoatindo) pun turut mendukung diselenggarakannya pameran ini.
Sekretaris Jenderal Ascoatindo Harryawan menjelaskan, saat ini kondisi industri pelapis dan cat secara garis besar masih tergantung dari impor bahan baku. Hal ini karena industri bahan baku seperti pigmen belum berkembang di Indonesia. Bahkan, industri cat untuk otomotif, marine, offshore sangat dominan menggunakan bahan baku dari luar negeri.
“Diharapkan dengan adanya pameran ini, industri dapat meningkatkan unsur komersialisasi lewat pertemuan antara supply dan demand dari para pelaku industri coating,” kata Harryawan dalam keterangannya, Minggu (26/10).
Sementara itu, Senior Professional Coating Ascoatindo Adiwan Djohanli mengungkapkan, pameran ini bisa menjadi ajang untuk meningkatkan industri pelapis dan cat dalam negeri di pasar global.
Dia menyebut perkembangan industri pelapis sebelum masa Covid-19 berkembang cukup pesat. Hanya saja pada saat masa Covid-19, terjadi penurunan sampai hampir mencapai 10 persen.
Setelah Covid-19, industri ini mulai membaik dengan pertumbuhan industri pelapis dan cat di sekitar 4-5 persen. Adiwan berharap dengan kebijakan-kebijakan ekonomi yang baru, bisa menstimulasi ekonomi dan daya beli masyarakat serta industri.
“Industri coating terus berkembang, baik dari produk maupun teknologinya. Namun teknologi pelapis dan cat Indonesia masih tertinggal dibanding Eropa. Padahal Indonesia salah satu negara yang populasinya lumayan besar di dunia dan industri cat kita akan terus berkembang sesuai pasar karena pasar Indonesia besar,” ungkap Adiwan Djohanli.
Adapun dukungan ini tidak terlepas dari kesamaan visi dan misi yang sejalan dengan pameran. Bahkan, Ketua Ascoatindo Aditianto Ramelan mengungkapkan, pameran ini sangat strategis karena pengunjung akan mendapatkan edukasi.
“Selain itu ada unsur komersial berupa pameran penjualan produk dan business gathering untuk mempertemukan permintaan dan penawaran dari pelaku-pelaku bisnis coating. Saya berharap semoga pengunjung yang hadir dari stakeholder seperti pemerintah dan sektor pendidikan bisa mengerti kondisi industri ini dan saling dukung kemajuan industri,” ungkap Aditianto Ramelan.
Ascoatindo akan membawakan dua materi konferensi pada pameran ini. Pertama adalah Indonesian Pain Market & Megatrends. Membahas bagaimana pasar cat Indonesia, regulasi serta tren industri pelapis dan cat yang ada.
Kedua, Effective Corrosion Prevention Through Correct Coating Application. Akan membahas proses terjadinya korosi, hubungan proses fabrikasi baja dan korosi tingkat korosivitas, metode pengendalian korosi dan mengapa aplikasi yang benar itu penting, serta proses aplikasi pelapisan dan inspeksinya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
