
Ilustrasi asuransi (Freepik)
JawaPos.com - Memilih dan membeli asuransi sering kali dianggap sebagai langkah aman dalam perencanaan keuangan. namun ternyata banyak yang mengabaikan faktor penting hingga manfaat perlindungan jadi tak optimal. Sebagaimana diungkap oleh Chubb, kesalahan seperti menjadikan asuransi sebagai investasi utama atau tidak jujur tentang kondisi kesehatan bisa menggagalkan klaim di masa depan.
Di samping itu, menurut artikel dari OCBC, kesalahan umum saat memilih perusahaan asuransi dapat dimulai dari mengabaikan reputasi hingga memilih premi termurah tanpa melihat manfaat. Kesalahan ini masih banyak terjadi di kalangan nasabah. Karena itu penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang sebaiknya dihindari sebelum menandatangani polis asuransi.
Berikut 5 poin kesalahan umum yang harus Anda tahu agar tidak menjadi korban dari keputusan impulsif dan meminimalkan risiko finansial yang tidak diinginkan:
1. Menjadikan Asuransi sebagai Alat Investasi Utama
Salah satu kesalahan paling umum adalah membeli asuransi dengan niat utama untuk investasi, bukan untuk proteksi. Fungsi utama asuransi adalah melindungi Anda dari risiko finansial, sementara komponen investasi seharusnya menjadi bonus saja.
Ketika nilai investasi pada polis turun, banyak pemegang polis yang buru-buru menutup atau meninggalkan polisnya, padahal proteksi belum sepenuhnya didapat. Ini bisa berbahaya karena Anda bisa kehilangan perlindungan ketika benar-benar diperlukan.
2. Tidak Jujur tentang Kondisi Kesehatan atau Informasi Pribadi
Kejujuran menjadi elemen krusial dalam pengajuan polis. Jika nasabah tidak mengungkapkan kondisi kesehatan secara benar, misalnya riwayat penyakit atau kebiasaan yang berisiko, klaim bisa ditolak di kemudian hari.
Oleh karena itu, selalu baca dan isi formulir dengan teliti, jangan tergoda “dijalankan cepat” tanpa memahami risiko. Ini langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan proteksi benar-benar bekerja.
3. Mengabaikan Reputasi Perusahaan Asuransi
Bukan hanya produknya yang penting, tetapi juga lembaga yang menerbitkannya. Banyak nasabah memilih premi murah atau penawaran menarik tanpa memeriksa reputasi perusahaan yang bisa jadi berdampak ketika mengajukan klaim.
Jika perusahaan terlihat kurang transparan atau memiliki banyak keluhan, sebaiknya cari alternatif. Dengan memilih perusahaan terpercaya sejak awal, potensi masalah seperti klaim tertunda atau manfaat tidak sesuai janji bisa diminimalkan.
4. Memilih Premi Termurah Tanpa Melihat Manfaat Polis
Premi murah memang menggoda, tapi bisa jadi “murah” karena manfaatnya sangat terbatas atau deductiblenya tinggi. Hal ini sebagai salah satu kesalahan fatal dalam memilih polis.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
