
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi dalam Media Briefing Rutin di Pressroom Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan jajaran Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu (22/10) hari ini.
Adapun Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan yang merangkap DK OJK, Dian Ediana Rae tampak hadir secara terpisah ke Kemenkeu. Purbaya pun hadir belakangan setelah keduanya tiba.
Meski begitu, Mahendra menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan dijelaskan setelah pembahasan internal dilakukan. "Saya bahas dulu, baru saya kasih tahu," ujar Mahendra singkat saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (22/10).
Dalam kesempatan berbeda, Purbaya mengaku sempat melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini untuk meninjau sistem monitoring dashboard lembaga tersebut. Dia bahkan mengaku sempat berdiskusi dengan orang Bea Cukai.
Menurutnya, sistem pemantauan Bea Cukai telah berjalan dengan baik. Hanya saja, perlu dioptimalkan untuk menekan praktik under-invoicing yang seringkali jadi sorotan Presiden.
"Sebenarnya sudah cukup bagus, tapi belum sampai ke level di mana saya bisa secara online memonitor kapal dan indikasi under-invoicing. Karena AI-nya belum dikembangkan," jelas Purbaya.
Kehadiran Mahendra Siregar dan Dian Ediana Rae menunjukkan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut kemungkinan besar akan menyoroti isu stabilitas sistem perbankan. Sebelumnya, topik mengenai penempatan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun di perbankan menjadi sorotan utama dan perlu dijaga keberlanjutannya.
Diskusi bersama OJK, khususnya terkait pengawasan sektor perbankan, diperkirakan akan membahas dampak dana tersebut terhadap likuiditas bank dan penyaluran kredit, serta strategi untuk memastikan dana itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.
Hasil dari pertemuan ini pun dinantikan oleh publik dan pelaku pasar, mengingat kolaborasi antara kebijakan fiskal (Kemenkeu) dan kebijakan moneter maupun sektor keuangan (OJK dan BI) menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
