
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa "digeruduk" para bos bank BUMN-Swasta hingga bos asuransi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa "digeruduk" para bos bank BUMN-Swasta hingga bos asuransi yang merupakan investor pemegang Surat Utang Negara (SUN) di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, pada Senin sore (13/10). Menurut Purbaya, salah satu hal yang dikeluhkan para investor dalam pertemuan tersebut adalah terkait dengan iklim investasi di Tanah Air yang belum begitu bagus.
Para investor itu kemudian mempertanyakan soal strategi Menkeu baru untuk menghadapi kondisi itu. "Salah satu concern mereka adalah iklim investasi di sini enggak bagus-bagus. (Mereka tanya) Apa cara saya untuk memperbaiki itu," kata Purbaya saat ditemui di Kantor DJP Jakarta usai Investor Meeting.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa dalam waktu dekat Pemerintah segera meluncurkan Tim Percepatan Program Pembangunan Unggulan (TPPU) yang akan dibentuk oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pasalnya, kata Purbaya, jika kemudian hal yang diselesaikan adalah perihal perizinan. Maka itu sudah ada banyak solusinya, mulai dari program one stop hingga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Jadi, saya bilang dengan mereka tadi untuk yang investasi tadi. Itu kan udah perizinan, ini, udah puluhan tahun kan. Kita nggak bisa betulin. Jadi, kalau di atas kertas sudah ada semuanya, percepatan ini, one stop, PTSP, segala macam kan," ujar Purbaya.
"Tapi problemnya masih ada kan, sama aja. Jadi, kita akan memperbaiki itu melalui tim percepatan program pembangunan unggulan yang mau dibentuk dengan Menko Perekonomian," tambahnya.
Adapun cara kerjanya, Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi hakim. Dalam hal ini, dirinya langsung yang akan menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi oleh investor.
Bahkan nantinya, Purbaya mengaku akan mendedikasikan diri untuk menyelesaikan setiap masalah setiap hari dalam satu pekan. Ia memastikan setiap keluhan-keluhan investor itu akan selesai beres di tangan tim tersebut.
"Setelah itu (tim percepatan program pembangunan unggulan) ada, baru kita akan jalan dengan cepat, dimana saya akan menerima pengaduan dari pelaku bisnis. Dari situ kita akan pecahkan, saya akan gelar perkara setiap satu hari dalam satu minggu akan saya dedikasikan untuk mecahkan perkara di situ," jelas Purbaya.
"Nanti orang bisa ngadu ke situ, saya akan bereskan. Yang ngadu, yang diadukan, saya hakimnya, kita bereskan. Itu kira-kira utamanya," tambahnya.
Tak hanya menyampaikan keluhan, Purbaya mengakui bahwa para investor yang terdiri dari para direktur utama perbankan. Mulai dari Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon, hingga Bank OCBC ingin mengetahui dan kenal lebih dalam terkait dirinya.
Terlebih, kata Purbaya, mereka baru pertama kali ini bertemu dengannya. "Sebetulnya mereka kan secara resmi forum itu baru ketemu saya satu kali kan. Kalau bank satu-satu sih iya, pernah, tapi ini kan satu gerombolan datang investor bukan market kita ya. Dan mereka juga banyak dari bank, maupun dari kapital market," tutur Purbaya.
"Sebenarnya mereka yang pengen tahu, saya sih kayak gimana saya orangnya. Benar enggak bisa deliver, segala macam. Apa landasan kebijakan saya ke depan untuk memastikan bahwa kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," tukasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
