
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Merauke akhir 2024 lalu. (Humas Kementan)
JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut, kesejahteraan petani mulai meningkat. Hal itu tergambar dari nilai tukar petani (NTP) nasional saat ini mencapai 124,36 persen, melampaui target yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar 110 persen.
Amran mengatakan, angka tersebut juga menunjukan membaiknya produksi pangan nasional. Menurutnya, saat ini produksi beras nasional mencapai 33,1 juta ton berdasarkan data BPS. Diperkirakan masih akan meningkat mencapai 34 juta ton hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah hari ini NTP 124,36 persen, jadi di atas target. Begitu juga produksi kita, target dari DPR, Komisi IV, dan Kementerian Keuangan yaitu 32 juta ton. Alhamdulillah sekarang sudah 33,1 dan bulan depan insya Allah, akhir tahun nanti itu minimal 34 juta ton. Ini kabar baik untuk petani Indonesia,” ujar Amran usai mengikuti rapat terbatas tentang pangan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Amran juga menyoroti tren positif deflasi beras sebesar minus 0,13 persen pada September 2025. Angka tersebut menjadi capaian pertama dalam lima tahun terakhir di masa paceklik.
“Kemudian khusus bulan ini, khusus bulan ini beras terjadi deflasi yaitu minus 0,13 persen. Lima tahun terakhir, ini pertama di bulan September, di saat paceklik. Itu bisa ditunjukkan datanya, data inflasi minus 0,13 persen,” imbuhnya.
Di sisi lain, kata Amran, pemerintah juga terus mempercepat program hilirisasi komoditas pertanian seperti kakao, kelapa, dan mente. Upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dan membuka lapangan kerja baru.
"Setelah pangan kita amankan, insya Allah tahun ini aman, kemudian kita bergerak ke perkebunan dan hortikultura, nanti bergerak terakhir di peternakan. Kita akan selesaikan satu per satu. Sekarang ini untuk hortikultura dan perkebunan sementara berjalan, ada ABT, kami dapat 9,95 triliun. Kita akan berikan benih, bibit pada seluruh petani Indonesia, kakao, kopi, kelapa dalam, mente, pala itu kurang lebih 800 ribu hektare seluruh Indonesia, dan itu gratis," jelas Amran.
Melalui bantuan ini, diharapkan akan meningkatkan ekonomi masyarakat karena bisa membuka lapangan kerja baru. "Akan membuka lapangan kerja 1,6 juta orang dalam waktu paling lambat dua tahun," lanjutnya.
Amran optimisme bahwa Indonesia akan mencapai swasembada pangan penuh dalam waktu dekat. Selain itu, impor beras juga segera dihentikan.
"Swasembada pangan dari empat tahun, alhamdulillah insya Allah tidak ada aral melintang dua bulan ke depan, tiga bulan ke depan, itu jadi kenyataan target empat tahun tapi jadi kenyataan dalam waktu satu tahun. Ini berkat dukungan penuh oleh Bapak Presiden, luar biasa dukungan beliau, ada regulasi Inpres Sektor Pangan, ada 17 yang kita bongkar,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
