Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 01.15 WIB

Tak Diserap Shell Cs, Dirjen Migas Sebut 60.000 Barel Stok BBM Milik Pertamina Bakal Dipakai Sendiri

Pengendara mengisi BBM di SPBU Shell di Kawasan Rawamanggun, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pengendara mengisi BBM di SPBU Shell di Kawasan Rawamanggun, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman memastikan bahwa sebanyak 60.000 barel stok Bahan Bakar Minyak (BBM) impor milik PT Pertamina (Persero) akan dipakai sendiri. 

Hal ini seiring dengan tidak diserapnya stok BBM tersebut oleh Badan Usaha Swasta, selain SPBU Vivo. Meliputi SPBU Shell, SPBU bp AKR, serta ExxonMobil. 

Laode Sulaeman menyebut, berdasarkan hasil rapat antara Pemerintah, Pertamina dan badan usaha swasta kemarin, diketahui bahwa seluruh SPBU swasta, kecuali Vivo, masih melakukan finalisasi kesepakatan. 

"Karena badan usaha lainnya, selain Vivo, masih memfinalkan poin-poin kesepakatannya dengan Pertamina. Maka 60 ribu barel tersebut masih akan dipakai Pertamina sendiri," kata Laode Sulaeman kepada JawaPos.com, Selasa (30/9). 

Sebelumnya, pada Senin (29/9) Ditjen Migas ESDM menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) serta seluruh badan usaha pengelola SPBU swasta.

Pertemuan yang digelar pada siang itu akan lebih membahas dan memonitor progres dari pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa base fuel impor milik Pertamina yang akan diserap oleh SPBU swasta. 

Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa saat ini satu kargo Pertamina berisi 100 ribu barel base fuel sudah tiba di pelabuhan. Dari jumlah itu, sebanyak 40 ribu barel telah dibeli oleh Vivo, sementara 60 ribu barel lainnya masih menunggu untuk diserap oleh SPBU swasta lainnya 

“Masih ada 60 ribu barel lagi, semoga yang lainnya bisa segera mengikuti Vivo,” jelasnya. 

Di sisi lain, realisasi penyerapan BBM Pertamina oleh Vivo untuk melayani konsumen setianya dilakukan sebagai tindak lanjut Arahan pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. 

Selanjutnya proses tersebut akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM. Pada tahap ini, kedua pihak akan menggunakan surveyor seperti yang telah disepakati sebelumnya. 

Berbeda dengan Vivo, sejumlah SPBU swasta, salah satunya Shell hingga Selasa (30/9) masih belum bisa melayani BBM untuk konsumen setianya. Berdasarkan pantauan JawaPos.com, SPBU Shell masih belum menampilkan harga terbaru dari produk jualnya dan masih sepi dari antrean kendaraan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore