Presiden Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai Menpora dan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam. (Tangkapan layar).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menggulirkan kocok ulang kabinetnya kemarin (17/9). Secara umum reshuffle mengganti kursi yang sebelumnya kosong. Badan Gizi Nasional (BGN) diperkuat dengan dua wakil kepala.
Perhatian publik dalam reshuffle Jilid II Kabinet Merah Putih tidak terlalu heboh. Pasalnya hanya mengisi jabatan yang sebelumnya kosong. Yaitu penunjukan pensiunan tentara Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam. Kemudian menggeser Erick Thohir dari Menteri BUMN ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Seperti diketahui kursi Menko Polkam dan Menpora kosong sejak reshuffle Jilid I pada 8 September lalu. Sebelumnya kursi Menko Polkam diisi oleh Budi Gunawan. Sementara Menpora dipegang Dito Ariotedjo.
Pengisian lainnya yang dilakukan Prabowo banyak untuk posisi Wakil Menteri. Prabowo juga membentuk Badan Komunikasi Pemerintah yang dikepalai Angga Raka Prabowo. Sebelumnya Angga menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Badan Komunikasi Pemerintah merupakan nomenklatur baru dari Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang selama ini dipimpin oleh Hasan Nasbi. Dia mengatakan perubahan nomenklatur itu merupakan hasil evaluasi atas kebutuhan komunikasi pemerintah yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya terbatas pada lingkup Istana, seperti yang dilakukan PCO selama ini.
"Ini bukan membentuk badan baru," tegas Prasetyo. Tetapi mentransformasi perubahan dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.
Dia menekankan dengan adanya Badan Komunikasi Pemerintah itu, diharapkan komunikasi pemerintah pusat sampai daerah bisa sejalan. Sehingga mendukung percepatan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah saat ini.
Terkait dengan pegawai, Prasetyo mengatakan, SDM dari PCO akan berpindah ke Badan Komunikasi Pemerintah. Dia menegaskan, perubahan bentuk PCO ke Badan Komunikasi Pemerintah tujuannya untuk kebaikan dan peningkatan kualitas komunikasi.
"Masak kita mau mengganti tanpa ada semangat untuk perbaikan," jelasnya.
Sementara itu Erick Thohir selepas pelantikan mengatakan, posisinya sebagai menteri dan Ketua Umum PSSI. Seperti diketahui Menteri yang membidangi urusan olahraga tidak boleh merangkap sebagai ketua umum asosiasi sepakbola. Tujuannya untuk menjaga independensi dan kesetaraan untuk cabang olah raga lainnya.
Erick sepenuhnya menunggu keputusan dari FIFA. "Nanti kan itu ada prosesnya di FIFA. Ya, FIFA sebagai badan olahraga tertinggi di dunia nanti mereka yang akan menentukan," jelasnya.
Dia mengakui bahwa FIFA berupaya menjaga independensi olah raga sepak bola dengan pemerintahan. Erick juga menjawab diplomasi ketika ditanya apakah akan mundur dari Ketum PSSI. Dia menegaskan menunggu surat dari FIFA.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
