Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 16.55 WIB

Harga Emas Antam Makin Mahal, Tembus Rp 2.115.000 Per Gram, Investor Bisa Cuan Segini Kalau Jual Koleksiannya

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. (Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. (Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga emas Antam tercatat pecah rekor terus dan semakin mahal karena naik sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.115.000 per gram di perdagangan Rabu (17/9).

Harga emas Antam ini tercatat menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah, dari sebelumnya yang dibanderol Rp 2.105.000 per gram. 

Harga yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback di level Rp 1.962.000 per gram. Angka tersebut tercatat naik Rp 11.000 dibandingkan dengan buyback pada awal pekan yang dibanderol 1.952.000 per gram.

Dengan begitu, jika masyarakat ingin menjual emas koleksinya akan dikenakan harga senilai Rp 1.962.000 per gram.

Bagi pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak November tahun 2022, maka harga jual yang diperoleh sangat menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram. 

Jika saja memiliki 5 gram dengan harga beli mencapai Rp 4.680.000, apabila dijual saat ini maka laku sebesar Rp 9.810.000 (belum termasuk pajak).

Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2022 tersebut sebesar Rp 5.130.000. 

Di sisi lain, mengutip Reuters, reli emas dunia terbang ke rekor tertinggi berturut-turut, menunjukkan setiap tanda akan berlanjut hingga akhir tahun.

Tetapi koreksi yang sehat akan terjadi sebelum menembus tonggak sejarah USD 4.000 per ons pada tahun 2026, kata para pedagang dan pakar industri.

Dorongan kuat seperti ekspektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve AS, ketegangan geopolitik yang masih ada, kekhawatiran atas independensi Federal Reserve atau The Fed, dan pembelian bank sentral yang kuat telah mendorong investor untuk berbondong-bondong pindah ke logam mulia.

Harga emas spot diperdagangkan sekitar USD 3.680 per ons pada hari Selasa (16/9) atau Rabu (17/9) waktu Indonesia setelah mencapai rekor USD 3.689,27 di awal sesi. Itu setelah naik sekitar 40% sepanjang tahun ini, menyusul lonjakan 27% pada tahun 2024.

Hampir semua pihak memperkirakan kenaikan harga emas akan berlanjut hingga 2026 karena penurunan suku bunga AS, permintaan investasi yang kuat, dan risiko geopolitik.

Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan moneter mereka pada 17 September.

Trump telah mendesak Fed untuk memangkas suku bunga dan telah berulang kali mengkritik Ketua Federal Reserve Jerome Powell karena bertindak terlalu lambat.

Di sisi lain, emas yang secara tradisional dikenal sebagai pelindung nilai yang disukai terhadap risiko geopolitik dan ekonomi, juga tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore