
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Senin (15/9/2025). (Kemenko Perekonomian)
JawaPos.com – Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) angkat bicara soal paket ekonomi 2025 8+4+5. Kebijakan itu salah satunya mencakup magang untuk 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan uang saku Rp 3,3 juta per bulan.
Paket ekonomi yang diluncurkan itu secara keseluruhan mencakup 8 program akselerasi, 4 program lanjutan, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.
Tenaga Ahli Utama PCO Fithra Faisal mengatakan, kebijakan ini akan berdampak pada tersedianya lapangan kerja, peningkatan daya beli, dan pertumbuhan ekonomi.
Dia menjelaskan, paket stimulus ekonomi ini merupakan jawaban atas tuntutan publik. Terutama terkait penyediaan lapangan kerja berkualitas, sekaligus jaminan bagi pekerja lepas (gig worker).
“Terutama ojol (ojek online) yang kemarin mendapatkan concern yang lumayan besar dari Presiden,” kata Fithra, Selasa (16/9) sebagaimana dilansir dari Antara.
Sebelumnya, dalam konferensi pers Senin (15/9) lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu stimulus dalam 8 inisiatif utama adalah diskon 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan.
Diskon itu menyasar pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan pekerja logistik, dan mencakup iuran untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Menurut Fithra, program akselerasi juga difokuskan pada penyerapan tenaga kerja melalui magang untuk 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan uang saku Rp 3,3 juta per bulan.
“Jadi pemerintah menjamin 20 ribu fresh graduate ini untuk bisa langsung masuk ke sistem melalui magang, sehingga pada akhirnya mereka tidak menjadi sumber daya yang menganggur,” ujarnya.
Selain itu, ada juga program padat karya tunai (cash for work) yang dianggarkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta lima paket penyerapan tenaga kerja dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Termasuk Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, serta Kampung Nelayan Merah Putih yang diharapkan menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.
“Jadi semua itu difokuskan pada bagaimana pemerintah menjawab tantangan mengenai penyediaan lapangan kerja berkualitas dan untuk gig worker. Pemerintah menjamin keselamatan kerja mereka. Jadi mereka juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah,” jelasnya.
Fithra menuturkan, paket stimulus ekonomi 8+4+5 juga mampu menjaga daya beli masyarakat. Yakni lewat bantuan pangan berupa 10 kg beras selama dua bulan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat.
Juga ada perluasan PPh 21 yang ditanggung pemerintah untuk pekerja di sektor pariwisata, sehingga daya beli masyarakat diharapkan semakin meningkat.
“Kalau masyarakat diberikan bantuan sosial, ini kan pasti akan mengurangi beban pengeluaran mereka. Kemudian iuran-iuran yang selama ini membebani juga disubsidi oleh pemerintah. Ini akan berdampak pada daya beli masyarakat,” kata Fithra.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
