
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) di dampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakart
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk bisa memberi penjelasan ke publik soal serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap bulan. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya penilaian negatif dari beberapa pihak soal penyerapan anggarannya. Bahkan, realisasinya dinilai masih rendah.
"Ada yang dikomplain MBG tadi ya? Penyerapannya hanya rendah. Saya tanya sama teman-teman keuangan bagaimana monitoringnya? Ya dia bilang bagus-bagus saja tapi ternyata nggak, jelek. Terus kita apain? Ya nggak tahu. Saya bilang begini, ‘ya udah nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala MBG’. Nanti kalau penyerapannya jelek dia suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya," kata Purbaya dalam rapat bersama anggota Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9).
Lebih lanjut, ia memastikan akan mempercepat belanja dan penyerapan anggaran pada program-program prioritas pemerintah lainnya. Adapun saat ini, ia mengaku baru tiga hari menjabat sebagai menteri keuangan.
"Program-program yang lain yang lambat saya akan sisir. Saya kan baru hari ketiga dan rapat. Udah semua rapat di sini jadi belum lihat detail seperti apa. Tapi kami akan sisir, bagian-bagian lambat kami percepat," ujarnya.
Selain itu, ia membeberkan guna mempercepat penyerapan itu, dirinya akan mengirim pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membantu penyusunan kebijakan program terkait anggaran maupun tata cara pengajuan dana.
Ia juga menegaskan akan melakukan monitoring ketat agar anggaran benar-benar berdampak langsung ke masyarakat.
"Dulu pernah ada UKP-4 yang memonitor itu pun nggak jalan sempurna karena UKP-4 terlalu jauh. Saya nggak tahu harusnya tugas apa, tapi saya nggak tahu. Kalau saya boleh kerjakan, saya akan kerjakan itu. Supaya memastikan betul-betul penyerapan anggaran bisa jalan dan tadi, uang yang udah diutangi, uang kita yang sudah kita keluarkan itu betul-betul bermanfaat buat ekonomi," tegas Purbaya.
Untuk diketahui, penyerapan anggaran Makan Bergizi Gratis baru tercatat mencapai Rp 13 triliun dari total yang disiapkan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun. Adapun realisasinya, tercatat ada 7.475 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur umum yang aktif melayani lebih dari 25 juta orang.
Meski masih tercatat sangat rendah, realisasi anggaran tersebut akan digenjot mulai Januari 2026, dimana Program MBG diproyeksikan akan menyedot anggaran senilai Rp 1,2 triliun per hari untuk memberi makan bergizi gratis kepada 82,9 juta anak di seluruh penjuru Indonesia.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
