
Menko Bidang perekonomian Airlangga Hartarto. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah mengusulkan kepada perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk membuka program magang industri selama enam bulan dengan pemberian honorarium bagi para lulusan baru.
Usulan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Luncheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) beberapa waktu lalu.
Airlangga menegaskan, program magang ini bukan sekadar kerja praktik biasa, melainkan kesempatan nyata bagi para lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, sekaligus membantu perusahaan menemukan talenta potensial.
“Seiring dengan masuknya lulusan baru ke pasar kerja, pemerintah mengusulkan agar perusahaan besar membuka kesempatan magang industri selama enam bulan dengan pemberian honorarium,” ujar Airlangga.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap inklusif di tengah ketidakpastian global.
Selain gagasan program magang, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai langkah strategis. Seperti revitalisasi industri padat karya, stimulus sektor pariwisata, hingga perluasan akses pembiayaan untuk UMKM dan petani.
Airlangga menambahkan, akselerasi transformasi digital juga menjadi fokus utama. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Digitalisasi, termasuk AI, itu akan memperkerjakan tenaga kerja yang banyak. Untuk data labeling saja membutuhkan 10 ribu tenaga kerja,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyinggung rencana percepatan pengerjaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).
Termasuk pembangunan Giant Sea Wall, serta komitmen Indonesia memperkuat kerja sama global melalui perjanjian perdagangan internasional.
"Sebagai program unggulan untuk melindungi masyarakat pesisir dari dampak perubahan iklim. Proyek tersebut nantinya akan dilaksanakan secara bertahap dan penawaran kerja sama telah dibuka dengan sejumlah negara mitra seperti Tiongkok, Korea, Jepang, hingga negara-negara Eropa," jelasnya.
Lebih lanjut, komitmen Indonesia di kancah global juga terus diperkuat. Airlangga menyebut bahwa IEU-CEPA akan diteken pada 23 September 2025 mendatang. Selain itu, Pemerintah akan melanjutkan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat.
"Kemudian, Indonesia juga mencatat kemenangan di WTO dalam sengketa biodiesel dan nikel, yang menunjukkan posisi tegas Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional," pungkasnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
