Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 08.47 WIB

Mau Dapat Passive Income? Ini Alasan Investasi Emas Cocok untuk Pemula dan Waktu yang Pas Memulainya

Ilustrasi perdagangan emas (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi perdagangan emas (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Ada banyak cara untuk mengembangkan pendapatan kita agar nominalnya dapat meningkat sedikit demi sedikit secara pasif. Passive income atau pendapatan pasif adalah penghasilan yang kita dapatkan secara rutin dari asel atau usaha yang sudah ada, salah satunya dari investasi. 

Namun, sebagai pemula atau seseorang dengan pendapatan kecil, kita harus hati-hati dengan pilihan investasi agar tidak mengalami kerugian. 

Investasi Ramah Pemula

Dilansir dari Goldmarket, investasi emas dapat menjadi investasi paling cocok untuk pemula karena keamanannya. 

Emas dianggap berharga karena kelangkaannya, karena itu pula harganya dapat terus meningkat. Namun harga emas tidak mudah bergerak seperti saham, sehingga cocok untuk mereka yang masih berdana sedikit. Selain itu, harga emas tidak dipengaruhi oleh situasi finansial dunia. 

Tidak Dikenakan Pajak Berlebihan 

Salah satu keuntungan dari investasi emas adalah tidak ada pajak pertambahan nilai (Value Added Tax). Pajak ini biasanya dikenakan pada barang-barang dari luar negeri dan diterapkan pada setiap langkah rantai pasokan; dari bahan mentah hingga penjualan di pasar. 

Pada dasarnya, kita membeli emas sesuai dengan harganya tanpa adanya biaya tambahan lain. 

Emas sering kali tidak termasuk dalam definisi pendapatan, sehingga tidak akan dikenakan pajak pendapatan ketika kita menjualnya. 

Dilansir dari Investopedia, emas dengan mudah dapat dicairkan di pasar uang global karena secara universal dikenali sebagai barang berharga. Entah bagaimana kondisi ekonomi dan politiknya. 

Hal-Hal yang Mempengaruhi Harga Emas

Tentunya salah satu hal yang mempengaruhi harga emas adalah produksi pertambangan dan meningkatnya jumlah emas. 

Namun, karena pasokan emas setiap tahunnya kecil dibandingkan total stok yang ada, harga emas menjadi sensitif terhadap jumlah permintaan daripada jumlah produksi. 

Setiap tahunnya, produksi pertambangan emas menambah 2-3% jumlah emas yang sudah ada. 

Bank sentral juga dapat mempengaruhi harga emas melalui kebijakan pengelolaan cadangan dana mereka. Bank sentral ini memegang sekitar seperlima emas di dunia. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore