Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 00.08 WIB

Danantara Jajaki Skema Penyelesaian Utang Kereta Cepat Whoosh yang Rugikan PT KAI Nyaris Rp 1 Triliun, Masuk Dalam RKAP 2025

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengaku sedang menjajaki soal skema penyelesaian terkait utang kereta cepat Whoosh yang telah merugikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) hampir Rp 1 triliun.

"Ini kan sedang dijajaki, sedang kita lakukan penjajakan. Tentu kita akan selesaikan proses itu, sebagaimana juga Dirut KAI sudah menyampaikan di DPR," kata Dony Oskaria saat ditemui di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).

Lebih lanjut, Dony memastikan bahwa kerugian yang dialami oleh PT KAI disebabkan oleh membengkaknya utang Whoosh. Inilah yang akan segera diselesaikan.

Bahkan, ia memastikan persoalan yang tengah dihadapi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025.

"Ini akan kita selesaikan segera, nanti masuk dalam RKAP kita tahun ini," jelas Dony . 

Terakhir, ia memastikan Danantara telah bertemu dengan Direktur PT KAI, Bobby Rasyidin guna membicarakan persoalan kereta cepat Whoosh. "Sudah-sudah (bertemu Dirut PT KAI)," pungkas Dony.

Sebelumnya, Dirut  PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyebut bahwa persoalan piutang dari proyek Kereta Cepat atau Whoosh rute Jakarta-Bandung akan menjadi bom waktu bagi perseroan.

Respons ini ia sampaikan guna menanggapi berbagai kritik yang disampaikan oleh beberapa anggota Komisi VI DPR RI terkait kondisi keuangan KAI, hingga beban utang yang ditanggung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

"Kami dalami juga masalah KCIC seperti yang disampaikan. Memang ini bom waktu buat (KAI),” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade ia meminta Bos KAI untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Pasalnya, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 persoalan Whoosh sudah tertuang di dalamnya. Hal itu, kata Andre menjadi bentuk komitmen Pemerintah untuk turun tangan terkait persoalan yang dihadapi oleh KCIC.

"Kami ingin sampaikan, dalam RKAP 2025 Danantara itu sudah ada solusi untuk menyelesaikan KCIC. Saya minta Pak Bobby koordinasi dengan (Danantara). Kan setiap bulan KAI diundang oleh Danantara untuk evaluasi kinerja," ujar Andre.

"Di situ tolong dibicarakan dengan Managing Director (Febri), tolong bicarakan soal di dalam RKAP-nya Danantara 2025 salah satunya ada permasalahan Whoosh ini," imbuhnya.

Untuk diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Joint Venture PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama dengan 3 BUMN lain. Yakni PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahun KAI per 30 Juni 2025 unaudited, tercatat bahwa kerugian bersih dari investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama di PT PSBI mencapai Rp 951,48 miliar.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore