
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin. (Tangkapan layar YouTube DPR RI)
JawaPos.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin buka suara soal inovasi barunya yang akan menghadirkan Kereta Api khusus petani dan pedagang di Indonesia. Bobby memastikan saat ini pihaknya masih melakukan dynamic trial atau uji coba dinamis. Sehingga memang belum ada nilai keekonomian alias tarif yang ditentukan.
Nantinya, kata dia, nilai keekonomian baru akan ditentukan apabila sudah ada feedback dari proses uji coba dinamis yang dilakukan. Jika fase tersebut sudah selesai, maka KAI akan mulai menentukan nilai ekonomian bagi penumpang kereta tersebut.
"Itu sekarang kita sedang dynamic trial. Kami akan lihat feedback-nya sehingga kami akan menentukan nilai keekonomiannya," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (20/8).
Ia memastikan, kehadiran KA khusus petani dan pedagang ini bisa membantu mereka untuk mengangkut komoditasnya menggunakan kereta api. "Untuk menumbuhkan pertumbuhan dari petani dan pedagang, dari petani dan pedagang yang mengangkut komoditasnya menggunakan kereta api," pungkasnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan bakal merilis kereta khusus petani dan pedagang yang terinspirasi dari 'Slow Train' asal Tiongkok. Hal ini sebagaimana diumumkan KAI melalui laman Instagram resmi, jelang perayaan HUT ke-80 RI.
Melalui unggahan video pendeknya, KAI menghadirkan inovasi baru kereta berwarna hijau dengan siluet bulir padi putih. Meskipun terinspirasi sebagaimana kereta khusus petani di Tiongkok, rupanya rangkaian yang uji cobanya dilakukan di Surabaya merupakan salah satu buah karya Balai Yasa Surabaya Gubeng.
"Kereta ini didedikasikan bagi petani dan pedagang, menghadirkan moda transportasi yang ramah, efisien, dan benar-benar nyata keberadaannya di jalur rel Indonesia," bunyi pengumuman KAI dalam Instagram resminya tersebut, dikutip Senin (18/8).
Dalam video pendek tersebut terlihat, tempat duduk disiapkan dengan model berhadapan dari sisi kiri dan kanan. Tentu ini pula yang membedakan dengan kereta khusus petani dan pedagang asal Tiongkok yang didesain sebagaimana rangkaian kereta api biasa di Tanah Air.
Kursi yang disusun menyamping membuat area tengah menjadi lapang guna mendukung desain yang lebih inklusif. Tak hanya itu, pintu bordes diperlebar, sekat partisi dihilangkan, dan kapasitas kursi disesuaikan agar memudahkan akses barang maupun hasil panen.
Kereta khusus petani dan pedagang ini juga dilengkapi dengan toilet serta rak bagasi tetap tersedia untuk menjaga kenyamanan penumpang. Pada tahap pertama, kereta ini telah dilakukan uji statis dan dinamis di rute Surabaya–Lamongan.
Selanjutnya, DJKA Kemenhub akan terlibat dalam sertifikasi agar aspek keselamatan terpenuhi sebelum resmi dioperasikan di wilayah Daop 8 Surabaya. Untuk diketahui, inovasi ini sejalan dengan Astacita Presiden RI, di mana KAI mengambil peran melalui target jangka panjang perusahaan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
