
Chief Executive Officer (CEO) atau Bos Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. (Nurul Fitriana/Jawapos)
JawaPos.com - Chief Executive Officer (CEO) atau Bos Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani memastikan sudah menghilangkan tantiem bagi komisaris di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Dan (perintah penghapusan) tantiem sudah kita laksanakan juga. Jadi memang komisaris tidak mendapatkan tantiem sama sekali, ya. Tantiem untuk komisaris sudah kita hilangkan," kata Rosan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8).
Rosan juga mengklaim bahwa aturan terkait penghapusan tantiem komisaris ini sudah dikeluarkan oleh Danantara. "Sudah keluar, saya sudah keluarkan aturannya," ujar Rosan.
Lebih lanjut, Bos Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hiliriasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini juga memastikan tantiem yang masih diterima sejumlah direksi akan disesuaikan dengan pendapatan perusahan.
Ia bahkan menjamin, pada saat ini perusahaan-perusahaan pelat merah sudah tidak lagi memperoleh tantiem dari laporan keuangan yang dipercantik.
"Dan juga untuk Direksi Komisaris juga perhitungan tantiemnya hanya didasarkan hanya dari operasional atau pendapatan perusahaan tersebut. Jadi tidak ada lagi dari yang Bapak Presiden sampaikan," beber Rosan.
"Misalnya buku yang dipercantik, ada financial engineering yang tidak benar. Jadi semuanya itu sudah disesuaikan dengan aturannya," pungkasnya.
Untuk diketahui tantiem adalah penghasilan yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada anggota direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas BUMN setiap tahun apabila perusahaan memperoleh laba, atau diberikan kepada direksi dan dewan komisaris persero apabila terjadi peningkatan kinerja Persero walaupun masih mengalami kerugian.
Namun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam hal ini, ia memerintahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melakukannya.
Melalui pidatonya tersebut, Prabowo mempertanyakan istilah 'tantiem' yang digunakan oleh BUMN-BUMN di tanah air. Ia bahkan mengaku heran, ada komisaris yang hanya rapat sebulan sekali, tetapi bisa memperoleh tantiem mencapai Rp 40 miliar setahun.
"Saya hilangkan tantiem, saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu, akal-akalan mereka saja, dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti apa itu tantiem," ungkapnya.
Prabowo tak segan meminta direksi dan komisaris yang tidak terim dengan kebijakannya terkait tantiem untuk segera hengkang dari BUMN. Menurutnya, masih banyak anak muda yang mampu menggantikan mereka.
"Direksi dan komisaris, kalau keberatan tidak bersedia, tidak menerima tantiem, berhenti! Banyak anak-anak muda yang mampu, yang siap menggantikan mereka. Jangan seenaknya main-main dengan uang rakyat," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
