
Bill Gates dan Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. (BPMI Setpres)
JawaPos.com - Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 tercatat tembus Rp 335 triliun. Namun ternyata, dana tersebut diambil dari separuh anggaran pendidikan pada tahun 2026 yang senilai Rp 757,8 triliun.
"MBG Rp 335 triliun, targetnya lagi-lagi untuk 82,9 juta penerima dan 30.000 SPPG yang mana ini merupakan hampir separuh dari anggaran pendidikan," kata Ekonom sekaligus Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (18/8).
Lebih lanjut, ia pun menilai bahwa anggaran negara untuk menunaikan janji politik akan masih sangat membengkak. Seperti halnya dana MBG yang naik mencapai 2 kali lipat pada tahun 2026 mendatang.
"Anggaran untuk menunaikan janji politik dan menjaga popularitas masih akan sangat membengkak. Seperti MBG naik 2 kali lipat, subsidi energi juga masih besar," lanjutnya.
Untuk diketahui, anggaran pendidikan pada tahun 2026 disiapkan sebesar Rp 775,8 triliun. Jika anggaran tersebut dikurangi sebesar Rp 335 triliun, sehingga dana pendidikan yang tersedia hanya Rp 440,8 triliun.
Angka tersebut bahkan lebih rendah dari realisasi anggaran pendidikan tahun 2022 yang sebesar Rp 480,3 triliun. Bahkan, lebih rendah dari anggaran pendidikan tahun 2023 senilai Rp 513,4 triliun serta tahun 2025 yang dialokasikan sebesar Rp 690,1 triliun.
Dilihat dari sumbernya, anggaran pendidikan untuk program MBG diambil dari dana Kementerian/Lembaga (K/L) senilai Rp 268 triliun serta dana cadangan sebesar Rp 67 triliun.
Lebih lanjut, Riandy juga menilai anggaran MBG yang dibuat naik dua kali lipat justru memperlihatkan bahwa kedisiplinan fiskal makin melemah.
Dalam hal ini, RAPBN 2025 menargetkan defisit APBN bisa dijaga 2,5 persen. Namun kata dia, di sisi lain justru penerimaan negara didesain tidak realistis karena mencapai 13 persen.
"Teknokratisme dan prinsip kedisiplinan fiskal makin melemah, key-nya adalah 2,5 persen defisit APBN, tapi sebenarnya defisit ini seolah-olah dijaga padahal, target penerimaan yang dibuat tidak realistis, tumbuhnya 13 persen," ujarnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
